"Kondisi obyektif DKI Jakarta sebagai barometer di Indonesia yang terdiri dari multidimensi, etnis, ras, kultur, dan kepercayaan, maka diperlukan figur pimpinan daerah yang sesuai dengan idealisme dan aspirasi masyarakat Jakarta," katanya.
Ia juga mengatakan pasangan cagub dan cawagub Adang-Dani memiliki kriteria sebagai pemimpin bagi DKI Jakarta yaitu jujur, bersih, amanah, berwibawa dan tegas.
Dalam deklarasi yang dihadiri ratusan simpatisan maupun anggota GPK ini juga dihadiri oleh pasangan cagub dan cawagub Adang-Dani. Dalam kesempatan tersebut Adang Daradjatun menyatakan visi dan misinya jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ia menyatakan akan fokus terhadap upaya mengurangi jumlah pengangguran di Jakarta, menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, memaksimalkan penggunaan dana pendidikan sebesar 20 persen dari nilai APBN, dan mendukung pembangunan rumah susun. "Pengangguran di Jakarta harus segera diatasi melalui pengembangan lembaga ekonomi mikro yang ada di masyarakat," katanya.
Selain itu, Adang juga menyatakan akan berusaha mewujudkan keamanan di Jakarta dengan mengoptimalkan peran masyarakat. Ia juga mengatakan sebagai kota modern, Jakarta juga harus "dihiasi" dengan moral warganya yang baik.
"Reformasi birokrasi harus ditegakkan. Jangan seenaknya memberikan izin pembangunan gedung yang berakibat pada makin sedikitnya daerah resapan dan ruang hijau di Jakarta," katanya.
Pasangan cagub dan cawagub Adng-Dani tiba di kantor GPK sekitar pukul 15.30 dan meninggalkan tempat sekitar pukul 16.00 WIB diiringi dengan arak-arakan para pendukungnya. (*/boo)