"Kami berterimakasih kepada PKB atas perhatian kepada orang kecil seperti kami, meski bantuannya tidak seberapa, karena itu kami doakan konflik PKB cepat selesai," ujar Bambang, tukang becak yang biasa mangkal di Ketintang Baru.
Menanggapi respon itu, Imam Nahrawi meminta doa restu dari warga masyarakat dapat terus membantu masyarakat, karena esensi PKB sesungguhnya memang didirikan untuk membela dan membantu rakyat. "Karena itu, kami mohon doa bapak-bapak dan ibu-ibu agar di PKB Jatim tidak terjadi apa-apa," tegasnya, disambut applaus tukang becak dan warga masyarakat Ketintang dengan yel-yel "Hidup PKB" dan "PKB Jaya".
Ketika dikonfirmasi terpisah, Imam Nahrawi menegaskan bahwa SK pembekuan untuk PKB Jatim hingga kini belum diterimanya, meski dikabarkan SK pembekuan itu telah ditandatangani Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar.
"SK pembekuan itu sampai detik ini belum kami terima, karena itu kami tetap mengadakan kegiatan, termasuk peringatan Harlah ke-9 pada 21-22 Juli. Kami tetap bersandar kepada yuridis formal yang ada sampai saat ini," ucapnya.
Bila SK pembekuan itu turun, katanya didampingi Sekretaris DPW PKB Jatim Khoiruddin, pihaknya akan mengembalikan keputusan itu kepada para kiai/ulama selaku pemilik PKB guna menentukan sikap. "Yang kami tahu, masyarakat itu tidak terlalu pusing dengan konflik partai, tapi mereka sudah pusing dengan kebutuhan hidup sehari-hari, karena itu mereka menuntut perjuangan kami buat mereka, bukan mempolitisir mereka," ungkapnya.
Menurut dia, rencana pembekuan itu hingga kini belum ada proses klarifikasi, karena Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim baru datang dari umroh pada 22 Juli dan malam harinya akan langsung memimpin tirakatan Harlah ke-9 di DPW PKB Jatim. "Kabarnya, proses klarifikasi akan ditunggu hingga Selasa (24/7). Yang jelas, alasan pembekuan terkesan direkayasa, diantaranya kami bersikap pragmatis dalam berpolitik, padahal saya berani potong tangan atau sumpah pocong kalau saya melakukan hal itu," paparnya.
Harlah ke-9 PKB di Jatim diawali dengan seminar pertanahan LakumHAM DPW PKB Jatim di Surabaya (21/7), kemudian dilanjutkan khotmil Qur`an sehari penuh di DPW PKB Jatim (22/7), santunan 500 sembako kepada tukang becak dan fakir miskin sekitar kantor DPW PKB Jatim (22/7), puncak acara berupa tumpengan, tirakatan, dan istighotsah (22/7). (*/boo)