< >

Warga Pedalaman Di Lebak Pengobatan Masih Gunakan Dedaunan

Senin, 23 Juli 2007 09:28
Kapanlagi.com - Warga pedalaman di Kabupaten Lebak hingga saat ini masih percaya pengobatan menggunakan dedaunan karena terbatasnya pelayanan kesehatan masyarakat.

"Jika keluarga sakit, saya biasanya menggunakan dedaunan sebagai obat, termasuk juga persalinan ibu hamil," kata Juminah (45), warga Desa Jatake, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Senin. Menurut dia, sebagian besar warga di wilayahnya jika sakit menggunakan dedaunan karena dinilai lebih mujarab dibanding obat dari Puskesmas yang sudah mengandung zat kimia.

Penggunaan obat-obatan dedaunan itu, kata Juminah, sudah berlangsung cukup lama bahkan sejak nenek moyangnya, sementara pelayanan kesehatan masyarakat tidak ada yang terdekat.

"Kalau kami mau berobat ke Puskesmas Panggarangan harus mengeluarkan biaya transportasi Rp60 ribu karena jarak tempuh mencapai 50 Km. disamping juga kondisi jalanan masih tanah dan berbukit terjal,"katanya.

Ia menyebutkan, pengobatan dedaunan seperti kaca piring sebagai obat penurun panas dan daun saga serta daun sirih dapat mencegah penyakit batuk-batuk dan pilek, sedang dedaunan samiloto bisa juga mencegah berbagai penyakit yang berbahaya.

"Sampai saat ini warga di sini belum terjangkit penyakit jantung koroner, darah tinggi dan penyakit gula," katanya. Hal senada juga diakui warga Kecamatan Sobang, Cigemblong dan Lebak Gedong, mereka hingga saat ini masih mempercayai pengobatan dedaunan karena sudah turun temurun dari orangtua.

"Pengobatan dedaunan selain terdapat banyak tanaman di wilayahnya juga tidak mengandung zat kimia," kata Udin (50) warga Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Sementara itu, petugas Puskesmas Cigemblong, Ervan Cahyadi, mengatakan, sebagian besar di wilayah kerjanya masih banyak warga menggunakan pengobatan dedaunan dan percaya terhadap dukun.

"Saya pernah menemukan warga menggunakan obat dengan dedaunan, juga masih percaya berobat ke dukun, namun setelah penyakitnya tidak pernah sembuh baru mereka membawanya ke sini dalam kondisi sudah parah," katanya. (*/cax)