Ketua Tim Nasional Pengembangan BBN Al Hilal Hamdi di Jakarta, Senin mengatakan, perusahaan Swedia itu menargetkan pembukaan lahan 100.000 ha untuk tanaman jarak pagar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.
"Sweden Bio Energy sudah menyatakan masuk dalam bisnis pengembangan `biofuel` di Indonesia pada bulan Maret lalu," katanya.
Menurut dia, Sweden juga berencana membangun pabrik pengolahan "biofuel" berkapasitas 350.000 ton per tahun di NTT.
Ia merinci, investasi Rp1,3 triliun tersebut terdiri dari pembebasan lahan 100.000 ha dengan nilai Rp400 miliar dan biaya pembangunan pabrik 350.000 ton per tahun senilai Rp900 miliar. Hilal menambahkan, komitmen Sweden tersebut bagian dari 50 perusahaan yang berminat dalam pengembangan "biofuel" di Indonesia.
Komitmen perusahaan-perusahaan tersebut mencapai US$17 miliar atau Rp150 triliun dalam beberapa tahun kedepan.
"Komitmen swasta ini terus mengalir. Kami sampai kewalahan memfasilitasinya," katanya.
Pada Januari lalu, telah ditandatangani komitmen investasi pengembangan "biofuel" sejumlah perusahaan seperti China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) sekitar US$5,5 miliar, Genting Biofuel bersama Sinopec senilai US$3 miliar dan Indomal senilai US$1 miliar.
Selain itu, Hilal menambahkan, perusahaan migas asal inggris, BP Plc yang bekerja sama dengan D1 Oils Plc juga menargetkan pengembangan "biofuel" di atas lahan seluas satu juta hektar di India, Afrika, dan Indonesia.
"Namun, luas lahan terbesar di Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Timnas BBN Evita Legowo, mengatakan BP Plc sudah menjajaki lahan buat "biofuel" di NTT, Papua, dan Kalimantan dengan target 100.000 ha.
Kerja sama BP dan D1 Oil itu merupakan bagian dari target investasi US$160 juta untuk pengembangan "biofuel" yang tersebar di India, Afrika Selatan, dan Asia Tenggara.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana pengembangan "biofuel" sampai 2010 mencapai Rp200 triliun dengan Rp13-15 triliun berasal dari pemerintah dan sebagian besar sisanya swasta.
Pendanaan pemerintah di antaranya berasal dari subsidi petani plasma Rp1 triliun per tahun dan dana pembangunan infrastuktur Rp10 triliun.
Pemerintah menargetkan penggunaan "biofuel" dalam komposisi energi pada 2010 mencapai 5-10%. (biofuel/rit)
Terima kasih kepada Bapak ketua tim nasional pengembangan BBN atas prakarsa untuk terus mengembangkan Jarak sebagai pengganti BBM, yang saat ini semakin menipis, teruskan perjuangan Bapak, Trimk.