"Kami sangat terkejut oleh peristiwa mengerikan ini," kata wakil DRC Charles Macfadden dalam pernyataannya, yang menambahkan bahwa kelompoknya tak mengetahui alasan pembunuhan itu.
Seorang bersenjata menembak mati warga Srilanka pekerja DRC.
"Salah satu pekerja setempat kami di Jaffna dibunuh pagi ini," kata MacFadden.
"Kami tahu apa-apa. Ia dalam perjalanan bekerja, kami tahu ia diantar istrinya, berhenti dan bercakap-cakap dengan seseorang dan seseorang datang dari belakangnya," tambahnya, "Kami tidak mempunyai keterangan tentang mengapa atau untuk apa."
Kementerian pertahanan Srilanka menuduh pembunuhan itu dilakukan Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE). Belum ada tanggapan dari pemberontak tersebut.
Pemberontak itu menguasai bagian besar utara dan mendaku Jaffna, semenanjung di ujung paling atas negara pulau tersebut, sebagai bagian negara terpisah, yang mereka perjuangkan untuk didirikan sejak 1972.
Serangan itu merupakan yang terkini dalam serangkaian kekerasan, yang ditujukan kepada pekerja bantuan di negara terkoyak perang tersebut.
Pada bulan lalu, warga Pilipina pekerja pada Lembaga Kasih, badan amal Amerika Serikat, ditembak dan luka oleh pelaut Srilanka saat berjalan di luar hotelnya di Trincomalee, kota pantai tegang di timurlaut, setelah gelap.
Tentara menyalahkan hotel atas kejadian itu, dengan menyatakan hotel seharusnya memberitahu tamunya tentang langkah ketat keamanan di daerah itu.
Pada bulan lalu, dua pekerja bantuan Palang Merah diculik dari stasiun utama kereta Kolombo oleh kelompok bersenjata berpakaian preman dan mengaku polisi, tapi polisi membantah terlibat dalam peristiwa itu.
Mayat penuh lubang peluru mereka ditemukan beberapa jam kemudian.
Tujuhbelas pegawai Srilanka dari badan amal Prancis Tindakan Melawan Kelaparan, atau ACF, juga dibunuh di dekat Trincomalee oleh penyerang, yang hingga kini tak diketahui, pada Agustus 2006.
Tentara belum memunyai rincian atas pembunuhan itu, yang terjadi di tempat 50.000 tentara ditugaskan dan pemberontak Macan Tamil terus melancarkan serangan di tengah bab baru perang saudara dua dasawarsa.
Masyarakat antarbangsa berulangkali menyuarakan keprihatinan atas pelanggaran hak asasi oleh pemberontak itu serta unsur tentara Srilanka.
Pemantau gencatan senjata Nordik mencurigai unsur tentara berada di balik pembunuhan bergaya hukuman mati atas 17 pekerja setempat badan bantuan ACF di bagian timur pulau itu tahun lalu, serangan terburuk terhadap pekerja kemanusiaan sejak pemboman 2003 atas markasbesar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak.
Sedikit-dikitnya, lima pemberontak Macan Tamil tewas dalam pertempuran terkini dengan tentara Srilanka di bagian baratlaut pulau tersebut, kata kalangan pemberontak hari Senin.
LTTE berhasil menahan desakan pasukan pemerintah di kebupaten Mannar pada Minggu malam, kata jurubicara Macan Tamil, Rasiah Ilanthiriyan, dalam pernyataannya.
Keterangan tersebut tidak segera mendapat tanggapan dari tentara.
Pertempuran terahir terjadi setelah pemerintah merayakan penguasaan kembali daerah pertahanan terahir LTTE di wilayah timur pulau tersebut dengan pawai kemenangan pada pekan lalu. (*/rsd)