< >

Kasus Pencurian Ternak Lewat Laut Makin Tinggi di NTB

Selasa, 24 Juli 2007 06:20
Kapanlagi.com - Komandan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram, Kolonel Marinir Marwan Mahmud mengatakan, kasus pencurian ternak melalui laut cukup menonjol di daerah itu, terutama di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menimbulkan keresahan masyarakat.

"Karena itu, saya sudah berkoordinasi dengan KSB untuk segera dibangun pos TNI AL di lokasi rawan pencurian ternak," katanya di Mataram, Senin seusai peresmian empat pos yang telah selesai direnovasi. Dia mengatakan, sehubungan belum adanya pos di KSB, pengawasan pencurian ternak di daerah itu dilakukan melalui pos yang ada di Labuan Padi, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa yang lokasinya cukup jauh dari KSB.

Di setiap pos ditempatkan sedikitnya empat anggota pilihan agar mereka bisa melaksanakan tugasnya tanpa komando secara langsung. Marwan mengakui, hingga kini pihaknya masih mengalami kekurangan fasilitas pendukung melaksanakan kegiatan patroli laut, karena itu hingga kini baru tersedia dua kapal motor serta sejumlah perahu karet yang kondisinya sudah cukup tua.

"Untuk kegiatan patroli laut dibutuhkan kapal motor dengan kondisi baik agar bisa menjangkau dan mengamankan wilayah perairan laut NTB yang cukup luas," ujarnya. Selain pencurian ternak, kata Marwan, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom) yang hingga kini masih marak di NTB.

Menurut dia, pengeboman ikan tersebut telah merusak ekosistem laut dan terumbu karang sementara untuk merebilitasinya relatif sulit, karena untuk bisa tumbuh lagi dibutuhkan waktu 80 hingga 100 tahun. "Karena itu dengan dibangunya pos di lokasi-lokasi rawan dan adanya tambahan fasilitas pendukung diharapkan pelanggaran di perairan laut NTB bisa ditekan," kata Marwan. (*/rsd)