"Kalau di Singapura jumlah waria sangat sedikit, kadang kami merasa tersisih juga walau di Singapura kaum waria seperti kami diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan tempat di ruang publik seperti menjadi pegawai pemerintahan. Tapi saya sangat terharu melihat komunitas waria di Indonesia, bagaimana komunitas ini bisa saling bekerjasama, komunikasi, saling tolong dan sangat baik untuk memberikan pandangan publik untuk lebih terbuka terhadap golongan ini," tutur Sonia di Delafonte Cafe Sarinah (22/7).
Kedatangan Sonia ke Indonesia tak lain atas undangan Yayasan Putri Waria Indonesia (YPWI) yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI), Arus Pelangi dan Yayasan Srikandi Sejati (YSS) mengadakan perhelatan akbar bertema pagelaran Seni, Budaya dan Olahraga Nusantara yang meliputi Lomba Ratu Kebaya 2007, Turnamen Bola Voli Waria se-Indonesia dan Pemilihan Putri Waria Indonesia 2007 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta 480, Hari Anti Madat Sedunia dan HUT Kemerdekaan RI 62.
Anak ketiga dari empat bersaudara dari ayah Cina dan ibu Manado ini, masih menyayangkan sikap diskriminatif pemerintah Indonesia terhadap waria. Ia mencoba membandingkan dengan waria di Singapura, sebagai salah satu contoh waria di negara bersimbol kepala singa itu, identitas waria ditulis wanita sementara di Indonesia tetap laki-laki.
"Kadang kita memang mendapatkan perlakuan yang tidak setimpal, tapi itu menjadi kita lebih kuat, saling support, untuk menunjukkan kualitas kita," pungkas mantan pramugari Qatar Airways ini. (kpl/wwn)