< >

Korban Tewas Keracunan di Gunung Andong Bertambah

Selasa, 24 Juli 2007 17:51
Kapanlagi.com - Jumlah warga lereng Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi korban tewas karena diduga keracunan bertambah menjadi delapan orang, sedangkan korban yang menjalani rawat inap secara intensif sebanyak 17 orang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap Grabag, dr. Muhammad Syukri, di Magelang, Selasa (24/7) mengatakan, tiga korban tewas tambahan adalah Saruni (37), Jariyam (50), dan Surami ( 37).

"Tadi malam (23/7) mereka meninggal setelah mengalami koma dan dirujuk dari puskesmas ke RSUD Muntilan," katanya.

Bahkan, menurut dia, Surami yang dirawat di puskesmas setempat kondisinya tiba-tiba memburuk sekitar sepuluh menit setelah memberi ASI kepada anaknya sehingga secepatnya dirujuk dari Puskesmas Grabag ke RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang.

Seorang korban yang dirawat di RSUD Muntilan bernama Ngatemi (40), dipindahkan ke ruang ICU RSU "Tidar" Kota Magelang karena peralatan medisnya yang lebih memadai.

Hingga saat ini sebanyak 16 korban lainnya menjalani perawatan intensif di Puskesmas Grabag. Mereka terdiri 12 orang warga Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yakni Windarti (28), Siti Komsatun (19), Komedi (50), Maryati (13), Walidi (13), Masuri (30), Muji (60), Botok (40), Napsiah (45), Ridwan (7), Samsukah (60), Sukini (18).

Selain itu empat warga Dusun Pete, Desa Kanigoro yakni Suyito (40), Nur Faizin (16), Sadiyah (35), dan Kabul (60). Empat warga Dusun Pete dibawa ke Puskesmas Grabag, Senin (23/9) petang.

Para korban mengalami berbagai gejala keracunan antara lain kejang, pusing, muntah, mual, diare, dan badannya lemas. Tetapi pihak dinas kesehatan setempat hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab musibah yang menimpa warga lereng Gunung Andong sejak Minggu (22/7) itu.

Tiga warga tewas di Dusun Beran yakni Sambudi (55), Musi (35), dan Parsih (60), pada Minggu (22/7), sedangkan dua warga setempat lainnya yakni Aslamiyah (35) dan Siti Rohmah (26) masing-masing meninggal dunia di Puskesmas Grabag dan RSUD Muntilan, Senin (23/7).

Ia mengatakan, pihak keluarga korban tewas tidak bersedia jenazah diotopsi sehingga segera dibawa dari RSUD Muntilan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

"Sampai tadi malam, memang ada pembicaraan termasuk dengan Pak Bupati dan Pak Camat di sini (Puskesmas Grabag,red) tentang otopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian, tetapi pihak keluarga tidak mengizinkan jenazah diotopsi," katanya.

Petugas baik dari Dinas Kesehatan Pemkab Magelang maupun Pemprov Jateng telah mengambil sejumlah sampel seperti makanan, minuman, air yang digunakan kebutuhan rumah tangga sehari-hari warga setempat untuk diteliti di Laboratorium Kesehatan di Semarang. Belum diketahui sampai kapan hasil penelitian sampel itu bisa diperoleh.

Ia menjelaskan, para petugas medis dan paramedis di puskesmas setempat terus meningkatkan kewaspadaan dengan memantau secara intensif perkembangan kesehatan para pasien yang dirawat inap di tempat itu.

"Kita terus waspada, jumlah petugas cukup, obat-obatan juga cukup," katanya. Tenaga medis di puskesmas setempat sebanyak enam orang, sedangkan paramedis 14 orang. (*/cax)