< >

Kebutuhan Desain Produk Usaha Masih Rendah

Selasa, 24 Juli 2007 16:10
Kapanlagi.com - Kebutuhan desain di kalangan dunia usaha di Indonesia dinilai masih rendah dan memerlukan sosialisasi yang intensif mengenai pentingnya desain sebagai salah satu penentu daya saing dan keunggulan produk di pasar domestik maupun internasional.

"Kesadaran akan pentingnya desain di kalangan dunia usaha masih memerlukan sosialisasi yang intensif," ujar Menperin Fahmi Idris pada pembukaan Forum Desainer Indonesia 2007 dan Pameran Apresiasi Desain, di Deperin, Jakarta, Selasa.

Minimnya kesadaran pentingnya desain bagi daya saing produk yang dibuat kalangan dunia usaha terutama terjadi di Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang jumlahnya sangat besar.

"Salah satu kelemahan produk kita baik di bidang furniture, garmen, dan berbagai produk ekspor lainnya adalah dalam hal desain," ujar Fahmi.

Oleh karena itu, ia menilai berbagai pemangku kepentingan terutama para desainer di samping pemerintah perlu melakukan promosi pentingnya desain agar dunia usaha sungguh-sungguh membutuhkan desain.

Fahmi mengatakan potensi desain di Indonesia sangat besar. Deperin mencatat saat ini ada 38 fakultas yang memiliki jurusan desain di berbagai perguruan tinggi dan setiap tahun meluluskan sekitar 150 orang desainer.

Diperkirakan jumlah desainer yang ada di Indonesia saat ini mencapai sekitar 10 ribu orang yang bekerja pada sekitar 200 unit usaha biro dan jasa konsultasi desain.

Para desainer itu tergabung dalam Asosiasi Desain Produk, Asosiasi Desain Grafis, Himpunan Desainer Interior, Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia dan Federasi Pengemasan Indonesia.

Deperin sendiri mengharapkan Forum Desainer Indonesia yang diselenggarakan saat ini mampu mengkaji posisi komunitas desain dan kontribusinya bagi pengembangan perekonomian nasional.

Selain itu, pemerintah, kata dia, juga berharap Forum tersebut mampu merumuskan pikiran dan strategi sebagai bahan penyusunan cetak biru dan rencana aksi pengembangan desain Indonesia untuk membangun industri kreatif.

"Tujuan dari semua ini agar kita semua dapat menjual ekspor dengan desain yang unggul, karena selama ini di situlah kelemahan kita," ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Desain Indonesia Prof Widagdo mengatakan, desain sebenarnya sudah tidak bisa terpisahkan lagi dengan kebutuhan industri, baik pada industri rekayasa, bangunan, komunikasi, produk konsumsi, maupun hiburan.

"Desain menuntut kebaruan untuk memenangkan persaingan," katanya. (*/rit)