Advertisement
 
Selasa, 24 Juli 2007 21:01
Marlyn Sopjan: Saya Merasa Nyaman Begini
Kapanlagi.com - Putri Waria Indonesia 2006, Marlyn Sopjan, ternyata sempat 'dicekal' dalam pendaftaran untuk menjadi walikota di kota Malang, Jawa Timur, beberapa tahun lalu. Dan hal ini, menurut Marlyn, merupakan sikap diskriminatif terhadap kaum waria.

Dengan alasan terlambat mengembalikan formulir pendaftaran, pemilik nama asli Ario Pamungkas ini terjegal. Namun, ia mengaku tidak menyesal dengan apa yang ada pada dirinya. Bahkan malah mensyukurinya.

"Setelah satu tahun menjalani tugas sebagai Putri Waria Indonesia 2006, saya merasa bukan beban yang berat. Ini merupakan kesempatan bagi saya untuk memberikan advokasi, dimana sebagian masyarakat Indonesia belum bisa menerima kami sebagai warga negara dan bukan sebagai komunitas," ujar Marlyn di Delafonte Cafe Sarinah, Senin (23/7).

"Kami juga memperjuangkan akan hak penghidupan kami yang telah dikebiri dan dilecehkan yang dibenturkan dalam norma agama dan sosial, padahal kita menginginkan ruang publik lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Marlyn mengatakan bahwa selama ini sebagian masyarakat menutup mata dan tidak fair memberikan penilaian terhadap waria. Mereka dituding dekat dengan prostitusi, padahal tidak semua.

"Kami selalu digeneralisir sebagai prostitusi. Seharusnya mereka fair dengan membuka ruang publik semestinya seperti lain, tentu kita tidak bersaing. Dan selama ini saya menjalankan tugas untuk memberikan kesempatan kepada waria yang lainnya dalam bidang feminimitas, seperti salon atau entertain," paparnya.

Mengaku merasa sebagai perempuan sejak umur 4 tahun, Marlyn merasa bersyukur karena selama ini dirinya tidak mendapatkan pressure seperti waria lainnya, bahkan selama kuliah ia mendpatkan respek dari teman-temannya.

"Dan aku tidak akan pernah merubah kelamin saya, itu bukan esensi dan prioritas saya. Pencapaian saya sebagai perempuan bukan karena alat reproduksi, tapi karena saya merasa nyaman menjadi begini," pungkasnya. (kl/wwn)




 

©2003-2007 KapanLagi.com