"Dari seleksi awal memang peserta sudah tidak memenuhi syarat. Sebagian besar karena berat badan dan tinggi badan tidak seimbang, juga karena prestasi dan catatan ilmiahnya yang kurang," katanya.
Dewi menuturkan panitia di NAD dan Kalteng memang telah melakukan seleksi dan hasilnya dikirim ke panitia tingkat pusat. Namun, dari hasil seleksi ternyata tidak satu pun yang memenuhi syarat.
Meski tidak diikuti peserta dari dua daerah tersebut, Dewi mengungkapkan 38 finalis yang mengikuti karantina memiliki kualifikasi yang semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini seleksi kita sangat ketat, tapi ternyata 38 finalis yang terpilih sudah mempersiapkan diri dengan baik. Sementara dari segi fisik, tahun ini banyak peserta yang tinggi badannya lebih tinggi di atas 170 cm," katanya.
Sementara itu sejumlah finalis menyatakan siap untuk mengikuti berbagai kegiatan dan penilaian dewan juri pada masa karantina yang berlangsung di Hotel Nikko Jakarta.
Finalis Puteri Indonesia 2007 asal Jawa Timur, Puteri, mengaku telah mendapat pembekalan yang matang dari Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mahasiswi jurusan Tehnik Industri Institut Teknologi Sepuluh November ini menyukai seni tari dan akan menonjolkan kemampuannya dalam menari Jawa Klasik dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2007 ini.
"Aku sudah berlatih tari Jawa Klasik, semoga akan mendapat apresiasi positif nantinya," kata gadis kelahiran Blitar, 5 Desember 1986 ini.
Finalis dari Papua, Angel, berpendapat bahwa dalam pemilihan Puteri Indonesia ini, tidak hanya bakat yang ditonjolkan, tetapi juga mental yang kuat, disertai kondisi fisik yang tetap prima, sehingga mampu mengikuti semua kegiatan dengan baik. (*/boo)