"Pembukaan kantor cabang syariah ini untuk memenuhi kebutuhan pasar di Tangerang dan Bogor," kata Direktur BTN, Iqbal Latanro usai meresmikan beroperasinya dua cabang syariah secara simbolis di BSD City Tangerang, Kamis.
Menurut Iqbal, pembukaan unit usaha syariah di wilayah ini dengan pertimbangan yang sangat strategis, terutama setelah melihat begitu besarnya minat masyarakat untuk memanfaatkan jasa keuangan syariah (bagi hasil).
Langkah strategis Bank BTN dimaksudkan untuk memenuhi penyediaan alternatif layanan perbankan melalui dua sistem (konvensional dan syariah).
Disamping itu, kata Iqbal, melalui unit usaha syariah diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di bidang perbankan dengan menerapkan prinsip syariah sebagai bagian dari Bank BTN.
Unit syariah, harap Iqbal, juga dapat menjadi pendukung bisnis utama BTN dalam membiayai di sektor perumahan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) serta menjadi pendukung pelaksanaan program pemerintah melalui Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNPSR) atau Rusuna.
"Masyarakat tinggal memilih apakah menggunakan sistem konvensional atau syariah," ujarnya.
Unit syariah BTN telah memberikan pembagian (share) sebesar Rp16,6 miliar melalui pembiayaan 641 unit Rumah Sederhana Sehat (RSh) dari total Rp1,6 triliun sebanyak 45.642 unit RSh yang direalisasikan sampai dengan 21 Juli 2007.
Unit usaha syariah BTN berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2007 (belum diaudit) telah membukukan laba Rp1,6 miliar.
Iqbal juga menyampaikan, setelah dibukanya cabang ke-11, akan dilanjutkan membuka cabang syariah sampai 15 cabang di Bekasi, Semarang, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Sedangkan tahun 2008 direncanakan akan dibuka lima lagi sehingga jumlah cabang syariah menjadi 20 kantor di seluruh Indonesia.
Berdasarkan paparan kinerja BTN per 30 Juni 2007 (belum diaaudit), capital adequacy ratio (CAR) BTN tercatat 18,79%, non performing loan (NPL) 3,08%, loan to deposit ratio (LDR) 89,30%, return on asset (ROA) 1,86%, return on equity (ROE) 23,25%, dan net interest margin (NIM) 5,15%. (*/rit)