< >

BTN Realisasikan Biaya RSH Sebanyak 45.642 Unit

Kamis, 26 Juli 2007 09:12
Kapanlagi.com - Bank Tabungan Negara (BTN) sampai dengan akhir Juni 2007 telah berhasil merealisasikan pembiayaan bagi Rumah Sederhana Sehat (RSh) sebanyak 45.642 unit.

"Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSh) nilainya sudah mencapai Rp3,6 triliun dari rencana Rp3,6 triliun," kata Direktur Utama Kodradi di Jakarta, Rabu, usai penadatanganan kesepakatan kerjasama dengan Universitas Terbuka.

Melalui kerjasama tersebut untuk pembayaran uang kuliah, mahasiswa cukup membayar melalui fasilitas online yang disediakan BTN sehingga akan memudahkan bagi mahasiswa.

Kodradi mengatakan, penyaluran kredit Rp3,6 triliun itu merupakan bagian dari anggaran kredit yang ditetapkan untuk 2007 sebesar Rp7,4 triliun.

Ia optimis hingga akhir tahun ini pihaknya dapat memenuhi target penyaluran kredit KPR untuk RSH sebanyak 110 ribu unit dengan anggaran Rp2,7 triliun. "Minimal 83 ribu unit RSh," katanya.

Dari jumlah tersebut, persentase terbesar memang diserap oleh KPRRSH, yakni 55,6 persen, sehingga dalam akhir 2007 target 110.000 unit RSh akan dapat dipenuhi.

Dikatakan bahwa total kredit (outstanding) BTN tahun lalu mencapai Rp18,086 triliun dan tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp 22,06 triliun. Sementara total aktiva BTN pada 2006 sebesar Rp32,576 triliun dan ditaksir naik menjadi Rp36,587 triliun untuk tahun ini.

Secara akumulasi, total kredit (outstanding) yang telah disalurkan BTN hingga semester I 2007 sebesar Rp19,469 triliun. Setelah KPR, penyaluran kredit terbesar kemudian diikuti kredit konstruksi, kredit modal kerja, kredit investasi, dan non-cash loan.

Sebelumnya Kodradi mengatakan bahwa tahun ini juga akan menyalurkan kredit sebesar Rpl triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun). Namun, hingga kini kredit tersebut belum terserap oleh pasar.

"Tidak heran jika sampai akhir semester I tahun ini tidak ada sedikit pun kredit yang tersalur untuk pembangunan rusun. Karena semua masih berupa perencanaan. Kecuali kalau konsepnya sudah jadi dan siap dipasarkan. Kami berani memberikan kredit," ujarnya.

Menurut dia, bank hanya memberikan kredit sesuai dengan kondisi pasar. Posisi per 30 Juni 2007 menunjukkan BTN telah meraih laba sebesar Rp307,363 miliar dari target Rp546 miliar (sebelum pajak, red) yang ditetapkan di RKAP 2007.

Sebagai bagian dari bank BUMN, BTN termasuk salah satu bank yang tumbuh secara sehat. Berdasarkan paparan kinerja BTN per 30 Juni 2007 (un-audited, red), capital adequacy ratio (CAR)BTN tercatat 18,79%, non performing loan (NPL) 3,08%, loan to deposit ratio (LDR) 89,30%, return on asset (ROA) 1,86%, return on equity (ROE) 23,25%, dan net interest margin (NIM) 5,15%. (*/rit)