"Dengan semakin meningkatnya standar higienis dan permintaan pasar Indonesia, khususnya dari industri makanan dan para pemasok bahan dasar yang merekomendasikan pelumas khusus dalam pemrosesan bahan makan," kata Country Chairman dan President Director Shell Indonesia, Darwin Silalahi, di Jakarta, Kamis (26/07).
Dia mengatakan, perusahaannya mencoba memasarkan Shell Cassida yang merupakan pelumas khusus untuk mesin pengolahan makanan dan minuman. Pelumas ini sebelumnya telah digunakan oleh produsen makanan dan minuman di kawasan Amerika, Eropa, Australia, Afrika, dan Asia, sejak 1993.
Menurut Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dedi Fardiaz, sangat penting memastikan bahwa makan dan minuman yang dikonsumsi dapat diproduksi melalui proses yang aman.
Dia mengatakan, kontaminan harus dicegah masuk ke dalam pangan dengan menerapkan "Good Manufacturing Practice" (GMP) secara konsekwensi sehingga pangan dapat dijamin layak dan aman dikonsumsi.
GMP sebagai kontrol dari kualitas produksi pangan tersebut harus secara rutin diperiksa secara periodik, agar hasilnya benar-benar maksimal, katanya.
Dia mengatakan, pemakaian pelumas pada mesin untuk memproduksi pangan dapat juga mengkontaminasi pangan, karena itu dapat digunakan pelumas yang khusus mencegah kontaminasi.
Sementara itu, menurut tim Litbang Shell, Eduard M Stempfel, masih banyak produsen pangan yang belum memahami proses dan aplikasi produksi makanan dan minuman yang baik, sehingga makanan yang diproduksi mungkin saja terkontaminasi oleh pelumas mesin. (*/rit)