Pada pukul 11:04 am (0304 GMT), kontrak minyak utama New York, light sweet untuk pengiriman September naik 33 sen menjadi US$76,21 per barel, dari US$75,88 pada perdagangan penutupan Rabu setelah mengalami kenaikan US$2,32.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September juga naik 13 sen menjadi US$76,45 setelah penambahan US$1,24 di London.
Kenaikan itu mengikuti laporan mingguan Departemen Energi AS yang menunjukkan bahwa cadangan gasolin tumbuh 800.000 barel pada pekan sampai 20 Juli lalu.
Para analis memperkirakan penurunan 125.000 barel didorong permintaan yang tinggi untuk bahan bakar motor karena orang Amerika menjalani liburan musim panas mereka.
Inventaris minyak mentah negara itu turun 1,1 juta barel menjadi 351 juta barel. Pasar telah fokus pada permintaan yang kuat dan berbagai masalah kilang-kilang AS selama musim liburan musim panas Amerika Utara, tetapi para dealer mengatakan masalah kilang nampaknya menjadi peringatan.
Sementara itu Selasa lalu, Iran, produsen minyak terbesar kedua anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan bahwa organisasi ini, yang tahun lalu telah menyepakati akan memangkas produksi karena harga minyak anjlok, akan meningkatkan produksinya jika memang perlu.
Pernyataan itu mengikuti apa yang dikemukakan Presiden OPEC Mohammed al-Hamli pada minggu sebelumnya bahwa kekhawatiran OPEC akan tingginya harga minyak, berpotensi melukai perekonomian dunia.
Produksi Rusia, negara non-OPEC, untuk sebagian besar tidak mengalami perubahan sampai 2020, menurut kementerian negara itu.
Kementerian itu mengatakan produksi minyak Rusia, terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi, akan berada pada kisaran 10,6 juta barel per hari antara 2015 hingga 2020. (*/rit)