"Ada sekitar 100 meter jalan darat ke desa itu yang tertimbun lumpur, tetapi sebuah alat berat sudah dikerahkan ke sana untuk membuka jalan itu," kata Sekda Luwu, Drs H Ansar Pandaka, MSi melalui saluran telepon dari Makassar, Kamis.
"Tidak ada laporan adanya korban jiwa di desa itu, akan tetapi penduduk sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, pakaian dan obat-obatan karena mereka telah meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih aman dari ancaman tanah longsor," katanya.
Menurut Ansar, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di Luwu sejak tiga hari terakhir ini menimpa sedikitnya 30 desa di lima kecamatan yakni Suli, Larompong, Bajo, Bajo Barat dan Latimojong.
Lebih dari 20.000 warga kini mengungsi di tempat-tempat yang aman dan Pemkab Luwu bekerjasama dengan TNI dan Polri telah mendirikan Posko-posko darurat di berbagai desa tersebut untuk memberikan pelayanan makanan, kesehatan dan tempat berteduh.
"Saat ini, TNI telah menurunkan tim untuk membangun sebuah dapur umum di Larompong untuk melayani makanan dan kesehatan ribuan korban di daerah itu," ujarnya dan menambahkan, tim dapur umum ini dibekali dengan beras sebanyak satu ton.
Mengenai kondisi banjir, Ansar mengatakan, genangan air semakin surut karena sejak Rabu petang tidak turun hujan.
Gubernur Sulawesi Selatan HM. Amin Syam sedang dalam perjalanan menuju Luwu untuk menyerahkan bantuan sosial kepada para korban.
Selain dari pemerintah provinsi, Pemkab Luwu telah menerima bantuan dari Bank Panin dan Palang Merah Indonesia, namun ia tidak merinci bantuan-bantuan itu.
Mengenai korban jiwa, menurut data Polres Luwu, hingga saat ini ada 11 orang korban yang tewas dan satu lagi belum diketahui nasibnya serta tiga orang luka berat. (*/cax)