< >

Selain Ukiran dan Lukisan, Bali Juga Ekspor Minyak Atsiri dan Wangi-wangian

Kamis, 26 Juli 2007 18:56
Kapanlagi.com - Masyarakat Bali tidak saja mampu memperdagangkan barang seni ukir dan lukisan, tetapi kini juga merambah minyak atsiri yang diproduksi secara tradisional dan mampu menyebarkan aroma wewangian alami.

Minyak atsiri yang diproduksi secara terbatas itu banyak diminta mitra bisnis asal Italia, Jepang dan Amerika Serikat, kata Ketut Witra, SE, pengelola usaha dupa wangi dan aroma terapi di Denpasar, Kamis (25/07).

Di Bali kini banyak usaha industri kecil dan rumah tangga yang memproduksi minyak wangi alami itu. Pengusaha memanfaatkan bahan baku minyak kelapa dicampur bunga-bungaan produksi daerah ini, ditambah obat khusus hingga mampu menebarkan aroma wangi.

Minyak atsiri yang diproduksi kemudian diperdagangkan bersama lilin dan dupa wangi. Produk tersebut ternyata banyak peminatnya, terutama para penekun ilmu pengetahuan spiritual yang bermunculan di berbagi belahan dunia.

Pengusaha industri kecil dan rumah tangga di Bali belum mampu memenuhi semua permintaan akan sarana pewangi tersebut yang banyak diminta kalangan pengusaha asal Jepang, Malaysia, Singapura, untuk sarana mempercantik diri.

Witra mengungkapkan, minyak atsiri yang dibuat melalui proses penyulingan oleh masyarakat di Tabanan maupun Jembrana, jumlahnya sangat terbatas akibat sulitnya mendapatkan bahan baku bunga dan bahan wangi-wangian lainnya.

"Permintaan sarana wangi-wangian oleh importir mancanegara cukup banyak, hanya saja kami belum mampu memenuhi seluruhnya," kata pria bertubuh jangkung itu seraya menyebutkan, pengusaha sejenis lainnya di Bali juga mengalami hal serupa.

Bank Indonesia Denpasar mencatat realisasi ekspor nonmigas Bali khusus berupa minyak atsiri dan bahan wangi-wangian selama Januari - April 2007 bernilai US$354.000 atau setara sekitar Rp3,1 miliar (kurs Rp9.000).

Realisasi perdagangan sarana wangi-wangian tersebut cukup stabil dan diharapkan meningkat dari perolehan devisa tahun 2006 yang tercatat US$1,1 juta, yang merupakan tertinggi dalam lima tahun sebelumnya. (*/lpk)