< >

Pasca Kunjungan Howard, Turis Australia Tidak Ragu Lagi ke Bali

Kamis, 26 Juli 2007 19:20
Kapanlagi.com - Kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard ke Bali serangkaian pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tidak langsung akan memberikan kesan positif bagi masyarakat negeri Kanguru terhadap Pulau Dewata.

"Kunjungan PM John Howard ke Bali kita harapkan masyarakat Australia tidak ragu-ragu lagi berliburan ke pulau Dewata," kata Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali Drs I Gede Nurjaya di Denpasar Kamis (25/07).

Ia mengatakan, kunjungan pemimpin pemerintahan negeri kanguru ke Bali juga menunjukkan adanya perimbangan terhadap kebijakan pemerintah Australia yang melarang warganya berkunjung ke Indonesia, termasuk Bali.

"PM John Howard setelah melihat kenyataan dengan mata kepala sendiri tentang keamanan Bali yang sangat kondusif tentu akan mempertimbangkan untuk mencabut larangan terhadap warga Australia ke Indonesia, termasuk Bali," ujar Nurjaya.

Australia menempati urutan kedua negara pemasok wisatawan ke Bali setelah Jepang dan kunjungan PM John Howard diharapkan berdampak positif terhadap kunjungan pariwisata Bali, khususnya masyarakat asal Australia.

Dinas Pariwisata Bali mencatat kunjungan wisman ke Bali selama empat bulan periode Januari-April 2007 tercatat 494.720 orang atau 28,19% dari total wisman ke Indonesia sebanyak 1,3 juta.

Bali selama tahun 2006 menerima kunjungan wisman sebanyak 1,26 juta orang, tahun 2005 tercatat 1,38 juta, tahun 2004 menerima 1,45 juta wisman, tahun 2003 mendapat 1,05 juta, tahun 2002 ketika terjadinya tragedi bom sebanyak 1,35 juta dan tahun sebelumnya (2001) tercatat 1,42 juta.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setibanya dari mengadakan lawatan ke Korea dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan PM John Howard di Nusa Dua, Bali Jumat (27/07).

PM John Howard dalam kunjungannya ke Bali menurut Gubernur Bali Drs Dewa Beratha, selain mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY, juga akan meresmikan pembangunan fasilitas kesehatan bantuan pemerintah Australia untuk masyarakat Bali.

Fasilitas tersebut berupa pelayanan perawatan mata Australia Bali Memorial Eyecentre (ABME) yang pengelolaannya merupakan bagian dari Badan Pelayanan khusus Rumah Sakit Indra yang bernaung di bawah Pemerintah Propinsi Bali.

ABME dibangun di jalan angsoka Denpasar yang bersebelahan dengan Kantor Dinas Kesehatan Propinsi Bali, dengan fasilitas berupa peralatan medis dan gedung berarsitektur tradisional Bali yang dibangun di atas tanah milik Pemprop Bali seluas 2.470 meter persegi (24,7 are).

PM John Howard sebelumnya juga pernah meresmikan gedung unit pelayanan luka bakar RSUP Sanglah Denpasar yang juga merupakan bantuan pemerintah Australia, 12 Oktober 2003, setahun pasca tragedi bom Bali yang merenggut 202 korban jiwa. (*/lpk)