Hal itu diungkapkan Kepala BPID Kaltim Ichwansyah kepada wartawan di Samarinda, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa potensi "fosil minyak" Kaltim cukup besar namun selama ini penggarapannya belum optimal sehingga perlu berbagai upaya termasuk "road show" untuk menarik investor Korea Selatan lebih banyak lagi.
"Walaupun sudah banyak dilirik, namun potensi batu bara di Kaltim belum banyak diketahui dengan baik oleh invenstor asing, khususnya investor dari Korea Selatan, sehingga kami akan melakukan presentasi untuk memperkenalkan lebh jauh produk batubara dari Kaltim," ujar Ichwansyah.
Presentasi itu kata Kepala BPID, dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2007.
BPID Kaltim akan menawarkan keungggulan batu bara Kaltim karena selain memiliki potensi sangat besar, kualitas prima serta umumnya berada di atas permukaan atau bisa dengan sistem "open pit" (tambang terbuka) sehingga memberikan keuntungan ekonomi bagi investor karena mengurangi biaya produksi.
Ada istilah bahwa setiap jengkal bumi Kalimantan Timur mengandung batu bara karena potensinya diperkirakan mencapai 80 miliar ton.
Selama ini, sebagian kecil yang baru tergarap, yakni sekitar 80 juta ton per tahun, sedangkan yang cukup besar oleh PT. Kaltim Prima Coal (KPC) Sangeta yang mencapai sekitar 50 juta ton per tahun.
Kaltim dengan produksi sekitar 80 juta ton per tahun kini tercatat sebagai daerah penghasil "emas hitam" terbesar nasional, atau terbesar dunia untuk produksi tambang terbuka (open pit).
Kondusif
Selain itu, kata dia, iklim usaha di Kaltim cukup kondusif, aman dan nyaman bagi investor asing sehingga pihaknya juga secara khusus memaparkan kondisi daerah Kaltim yang aman bagi kegiatan investasi itu.
Ia menjelaskan bahwa salah satu syarat bagi investor asing adalah jaminan keamanan dan kepastian hukum, hal itu juga dimiliki Kaltim sehingga BPID akan memaparkan Kaltim yang kondusif bagi kegiatan usaha tersebut.
Walaupun sudah ada investor batubara di Kaltim asal Korea Selatan, kata Ichwansyah, namun dari hasil presentasi itu diharapkan lebih banyak lagi investor lainnya masuk ke Kaltim.
Salah satu invenstor asing yang saat ini menanamkan modalnya di Kaltim adalah perusahaan tambang Kideco di Kabupaten Pasir.
"Semakin banyak investor asing di Kaltm akan semakin baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Ini artinya, potensi sumber daya alam Kaltim akan dikelola secara profesional dan menambah devisa negara dari sektor pertambangan," imbuh dia. (*/rit)