Woodside, 34% dimiliki oleh Royal Dutch Shell group, yang sebelumnya mengatakan bahwa proyek US$3,5 miliar tersebut dapat berproduksi mulai akhir 2010.
Perusahaan itu telah menandatangani pengguna-pengguna Jepang, Tokyo Gas Co. dan Kansai Electric Power Co. sebagai pelanggan dasar.
Ke dua pengguna itu masing-masing mempunyai opsi untuk mengambil lima% keuntungan dalam proyek tersebut.
Woodside mengatakan bahwa pihaknya akan memberitahukan kepada pasar mengenai keputusan dewan pengurus tersebut secepat mungkin setelah menyelesaikan pertemuan. (*/rit)