< >

Komisi VII DPR RI Akan Tinjau PLTP Mataloko

Jum'at, 27 Juli 2007 14:21
Kapanlagi.com - Komisi VII DPR RI akan meninjau Pembangunan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, dan PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai pulau Flores bagian barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat perkembangan pembangunan kedua pembangkit listrik tersebut.

Ketua Komisi VII DPR RI, Agusman Effendi kepada wartawan di Kupang, Jumat mengatakan, kunjungan tim yang terdiri atas sembilan anggota ini untuk mendapat masukan, khususnya yang berhubungan dengan penggunaan dana APBN serta hasil-hasil dan hambatan yang dialami dalam pelaksanaan pembangunan, terutama berkaitan dengan rasio elektrikasi di NTT.

"Dalam kunjungan kerja ke NTT ini, kami berkeinginan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan PLPT Mataloko dan Ulumbu di pulau Flores, disamping mendapat masukan dari pemerintah mengenai rasio elektrikasi di NTT," kata Effendi yang juga Ketua Tim kunjungan Komisi VII DPR RI.

Menurut dia, keberadaan PLTP Mataloko dan Ulumbu sangat penting artinya bagi upaya mencukupi kebutuhan masyarakat akan energi listrik, karena jaringan secara nasional tidak memungkinkan masuk ke daerah-daerah pedalaman Indonesia yang sebaran daerahnya memanjang 5100 km dari barat ke timur.

Karena itu, dengan adanya pemanfaatan potensi panas bumi di daerah pedalaman seperti PLTP Mataloko dan Ulumbu ini ini sangat penting bagi upaya ketersediaan listrik untuk penduduk di daerah terpencil, kata Agusman Effendi.

Pembangunan PLTP Mataloko dan Ulumbu ini, kata dia, juga penting artinya karena sejalan dengan perlunya percepatan pembangunan kawasan Timur Indonesia dan program kelistrikan daerah terasing (Rural Electricity Program).

Hak rakyat

Dia menegaskan, pemerintah wajib meningkatkan kemampuannya dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional, karena berdasarkan ketentuan pasal 19 UU Energi yang baru, setiap orang berhak untuk memperoleh energi.

Menurut dia, saat ini pemerintah telah menargetkan untuk dapat mencapai rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2020.

Target pemerintah ini harus mendapat dukungan dan berupaya secara bersama-sama meningkatkan pemeliharaan pembangkit listrik yang ada serta mencari sumber-sumber energi baru untuk mencukupi kebutuhan energi nasional, katanya.

PLTP Mataloko yang berpusat di Kabupaten Ngada, direncanakan akan mengekstrak energi dari sumur MT-3 dan MT-4 serta kemungkinan juga dari sumur MT-2 dengan kapasitas pembangkit maksimal 5 MW.

Karena itu, dengan kunjungan Tim DPR RI ke lokasi kedua pembangkit ini, tim dapat mengetahui langsung perkembangan pelaksanaan pembangunan kedua PLTP tersebut serta berbagai hambatan dan kendala yang dihadapi di lapangan, kata Agusman Effendi. (*/rit)