"Dua orang perwakilan UE di Indonesia akan bertemu hari ini dengan kami dan agendanya antara lain persiapan untuk melakukan audit," kata Dirjen Perhubungan Udara, Dephub, Budhi M. Suyitno menjawab pers usai Sholat Jumat di Departemen Perhubungan (Dephub) Jakarta, Jumat tanpa merinci apakah sasaran audit tersebut.
Namun, tegasnya, audit suatu otoritas penerbangan sipil suatu negara ke negara lainnya, sesuai Konvensi Chicago biasanya menyangkut maskapai, bandara, pengatur lalu lintas udara dan regulatornya (terkait personil, kompetensi dan struktur organisasinya, red).
"Tim dari Arab Saudi juga akan datang pada Senin (30/7) untuk kepentingan yang sama," katanya.
Sementara, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Bambang Tjahyono, hasil dari pembicaraan dengan tim pendahulu Uni Eropa tersebut belum bisa disampaikan karena masih konfidensial.
"Intinya ada sinyalemen positif dalam pertemuan yang khusus membahas masalah larangan terbang kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia itu," kata Bambang.
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara, Budhi M. Suyitno menyatakan, proses negosiasi dan komunikasi sedang berjalan dengan pihak Eropa yang akan tiba ke Indonesia Jumat (27/7).
Uni Eropa pada 6 Juli 2007 telah mengeluarkan larangan bagi seluruh pesawat milik maskapai Indonesia untuk terbang ke Eropa. Mereka juga meminta warga negara UE tidak menggunakan maskapai Indonesia untuk bepergian di seluruh dunia.
Langkah itu memicu Kerajaan Arab Saudi yang akan mengadopsi kebijakan UE sesuai surat pemberitahuan dari otoritas penerbangan sipil Kerajaan Arab Saudi bernomor 7/4/24/939 dan diterima Dephub pada 15 Juli.
"Namun, karena hubungan diplomatik sudah terjalin sangat baik, kami meminta Pemerintah Indonesia menjelaskan kondisi penerbanganya terlebih dahulu," tulis Mohammed R. Berenji, Vice President Safety and Economic Regulation General Authority of Civil Aviation Kingdom of Saudi Arabia. Serahkan data
Menurut Direktur Sertifikasi dan Kelaikan Udara, Dephub, Yurlis Hasibuan, pada saat Dirjen Perhubungan Udara menerima dua perwakilan UE di Indonesia itu, pihaknya juga menyerahkan data lengkap terkini.
"Kami sudah serahkan. Tebalnya 100 halaman lebih," katanya.
Isinya, kata Yurlis, sedikitnya ada lima item antara lain, tentang roadmap, aksi strategis dan batas waktu pelaksanaan.
Kedua, penjelasan tentang apa yang telah dilakukan Indonesia. Ketiga, data update tentang maskapai di Indonesia. Terakhir, Indonesia akan menjelaskan kepada mereka bahwa tidak semua maskapai di Indonesia terbang ke Eropa. Indonesia juga akan membagi informasinya tentang maskapai berjadwal dan non-berjadwal.
Kapuskom Dephub, Bambang S. Ervan sebelumnya menyatakan, tim Uni Eropa pada awal Agustus akan diwakili oleh European Aviation Safety Agency (EASA). "Mereka sudah kirim contact person EASA yakni Direktur eksekutifnya Patrick Goudou," kata Bambang. (*/rsd)