< >

Saudagar Diharapkan Mampu Gerakkan Roda Perdagangan Aceh

Sabtu, 28 Juli 2007 07:12
Kapanlagi.com - Kongres saudagar Aceh serantau diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perdagangan dan perekonomian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) seperti yang pernah dilakukan para saudagar Aceh tempo dulu.

"Ini menjadi tugas bersama para saudagar Aceh bekerjasama dengan Pemerintah NAD agar apa yang telah dilakukan saudagar Aceh tempo dulu dapat diimplementasikan masa mendatang," kata ketua panitia pelaksana kongres H Firmandez di Banda Aceh, Jumat.

Salah satu upaya yang dinilai dapat mendorong ke arah itu adalah kongres bermakna "silaturrahmi" dan berdiskusi antara saudagar Aceh serantau baik yang bertempat tinggal di Aceh maupun luar daerah.

Oleh karena itu, Kadinda bermitra dengan Pemda Aceh dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias menyelenggarakan kongres dengan tujuan membangkitkan semangat saudagar Aceh.

"Tujuan penyelenggaraan kongres ini adalah untuk bersilaturrahmi, menjalin network, menggali peluang investasi dan mempertahankan perdamaian," kata Firmandez yang juga Ketua Kadinda Provinsi NAD tersebut.

Pemerintah maupun penyelenggara usaha industri, terutama para saudagar Aceh perlu meningkatkan daya saing secara sehat dengan dunia luar, terutama dari segi "know-how" dan keterampilan seperti dicapai saudagar Aceh yang sukses dirantau orang.

Sekretaris kongres Nova Iriansyah mengatakan, perekonomian Aceh baru yang modern dan lebih kompetitif hanya dapat dicapai lewat kerjasama Pemerintah dan Pengusaha. Kerjasama ini dinilai dapat memiliki daya saing sesuai tuntutan era global masa kini.

Kongres yang akan dibuka Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla itu diharapkan dapat memberi dorongan mempercepat upaya menggerakkan kembali roda perdagangan dan perekonomian masyarakat Provinsi NAD di masa mendatang.

Deputi Bidang Ekonomi dan Pengembangan Usaha BRR Said Faisal menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kongres itu mengingat bahwa salah satu misi kehadiran BRR mempersiapkan fondasi ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

"Separuh waktu masa mandat sebelumnya (2005-2006), BRR memfokuskan diri pada rehabilitasi fasilitas perekonomian seperti pelabuhan, jalan, sistem sanitasi, sawah, pasar tradisional dan bantuan modal bagi pengusaha kecil," katanya.

Manakala dalam rentang waktu tersebut BRR hanya memberi pelatihan langsung yang menyentuh rakyat kecil, maka kini saatnya mendukung terciptanya iklim investasi Aceh. Hal ini akan membantu pengusaha lokal bermitra dengan pengusaha Aceh di rantau.

"Ini saat paling tepat untuk bangkit kembali menuju perekonomian Aceh baru yang lebih modern dan kompetitif demi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang," kata Firmandez didampingi Nova Iriansyah. (*/rsd)