September sudah selesai dan sudah dapat dilalui menjelang lebaran karena harus menunggu keringnya pengecoran, jelas Dedi Mandarsyah, Pejabat Pembuat Komitmen Jalan & Jembatan Lahat-Tebing Tinggi saat dihubungi, Jumat.
Jembatan yang berada antara Lahat-Tebing Tinggi merupakan sarana vital bagi lalu lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera.
Jembatan Air Pangi yang baru akan menggunakan komposit baja dan beton yang memiliki daya tahan dua kali lipat dari Jembatan CH (Calendar Hamilton) yang ambruk.
Besarnya dana yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp12,2 miliar berasal dari APBN dan pinjaman Asian Development Bank (ADB), termasuk Rp800 juta yang digunakan untuk penanganan Jembatan Air Kikim yang longsor akibat derasnya aliran sungai setelah hujan deras turun.
Menurut Dedi, penanganan jalan ruas Lahat- Tebing Tinggi sepanjang 75 kilometer sempat terhambat akibat kontraktor tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sehingga dilakukan pemutusan kontrak.
Dengan terjadinya pemutusan kontrak pada April lalu mengakibatkan pada beberapa titik di jalan Lahat-Tebing Tinggi masih berlubang.
"Kita sedang melakukan tender ulang dan telah menyelesaikan tahapan pra kualifikasi," jelas Dedi.
Diharapkan pada bulan September, kontrak baru sudah ditanda-tangani sehingga kontraktor bisa melakukan pekerjaan penutupan lubang-lubang agar para pengendara lebih nyaman melintas.
Sementara itu kepada kontraktor yang diputus kontraknya telah dikenakan denda dan diusulkan untuk di-black list.
Ambruknya Jembatan Air Pangi disebabkan oleh umur jembatan yang sudah tua dan beban muatan kendaraan yang berlebih (overloaded). Saat ini lalu lintas Lintas Tengah Sumatera yang melalui Lahat- Tebing Tinggi sementara dilayani dengan jembatan bailey yang hanya dapat dilalui kendaran pribadi dan truk-truk bermuatan kecil.
Jalan Lintas Timur Sumsel
Sementara itu Kepala SNVT Pembangunan Jalan & Jembatan Provinsi Sumatera Selatan, Junaidi mengatakan penanganan Jalan Lintas Timur di Sumsel sepanjang 406 Km sudah 75% terselesaikan.
Dari batas Lampung menuju Kota Palembang sepanjang 173 Km, sebagaian besar sudah dalam kondisi mantap. Hanya tersisa 3 Km yang masih dilakukan pekerjaan penutupan lubang (patching) dan ditargetkan selesai sebelum lebaran.
Sementara dari Kota Palembang menuju batas Jambi sepanjang 233 Km juga dalam kondisi mantap. Ruas Betung-Sungai Lilin sepanjang 57 Km yang tahun lalu rusak berat dan banyak mendapat sorotan, saat ini juga telah tertangani.
Dengan penanganan yang telah dilakukan, waktu tempuh menjadi lebih singkat. Pada bulan Maret lalu, perjalanan dari Kota Palembang menuju batas Jambi memerlukan waktu 8-9 jam, saat ini hanya 4,5-5 jam perjalanan.
Sementara dari batas Lampung ke Palembang saat ini dapat ditempuh dalam waktu 4 jam dibanding pada saat jalan masih rusak memerlukan waktu tempuh 9 jam. Ditargetkan pada tahun 2008, penanganan jalan lintas timur di Sumatera Selatan sepanjang 406 Km bisa rampung seluruhnya. (*/rit)