< >

Soal Waduk Jatibarang, BPN Jateng Turun Lapangan

Sabtu, 28 Juli 2007 17:25
Kapanlagi.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Semarang akan terjun ke empat kelurahan di Kecamatan Kemijen, guna mengetahui pemilik lahan yang akan terkena pembangunan Waduk Jatibarang.

"Ada sekitar 10 sampai 20 persen lahan yang tidak diketahui namanya. Untuk itu akan dilakukan sosialisasi di empat kelurahan, yakni Kelurahan Kandri, Kedungpane, Jatirejo, dan Jatibarang," kata Sekretaris P2T Pemkot Semarang Arief Moelia Edi, di Semarang, Sabtu.

Pelaksanaan sosialisasi menunggu keputusan dari BPN dan P2T karena masih harus mempersiapkan data yang dibutuhkan.

Dalam empat peta gambar yang dibuat BPN, diketahui sekitar 10 sampai 20 persen lahan tidak diketahui namanya karena pemiliknya berada di luar empat kelurahan yang akan terkena proyek.

Ia mengatakan, P2T telah mendata kepemilikan lahan dengan empat kelurahan, namun mereka juga tidak mengetahui nama pemilik lahan.

Ia mengimbau, petugas kelurahan dan kecamatan bisa mencarikan data pemilik lahan yang tidak diketahui tersebut secepat mungkin.

Apabila pihak kelurahan dan kecamatan belum bisa mendapatkan data pemilik lahan, sosialisasi tetap akan dilakukan dengan pemilik yang sudah diketahui karena akan dilakukan negosiasi harga ganti pembebasan lahan yang terkena pembangunan.

"Dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan senilai Rp62 miliar, yang bersumber dari APBD Kota Semarang 2007," katanya.

Pembangunan Waduk Jatibarang yang akan dimulai tahun 2008 itu diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp200 miliar.

P2T menargetkan pembangunan fisik berupa jalan masuk (acces road) dan badan bendungan dapat dilaksanakan akhir 2007.

Kabag Pemerintahan Kelurahan Setda Kota Semarang, Sri Martini, mengatakan, untuk mengetahui data yang dimiliki pihak luar lokasi memang sulit.

Namun, katanya, jika pemilik lahan tersebut membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pihak kelurahan dapat menerimanya berdasarkan dokumen PBB yang telah dibayar. (*/rit)