"Praktek aliansi strategis meluas maka investor asing harus diperlakukan sebagai mitra potensial dengan memanfaatkan kemajuan teknologi mereka dan akses pasar internasional untuk memperluas pasar tujuan ekspor kita,"kata Hidayat dalam pembukaan Kongres Saudagar Aceh Serantau 2007 di Academic Activity Center (AAC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu.
Menurut Hidayat, perekonomian dunia saat ini berkembang dengan basis ilmu pengetahuan khususnya di bidang pertambangan dan jasa.
Oleh karena itu, pebisnis perlu menumbuhkan kemitraan yang efektif dengan pengusaha asing termasuk pemerintah.
"Satu sisi kita harus bersaing dan di sisi lain kita harus bermitra (dengan pengusaha asing),"ujarnya.
Untuk membangkitkan kembali perekonomian Aceh, berbagai maka sektor bisnis selain konstruksi harus didorong pertumbuhannya.
"Pengusaha Aceh harus mendorong perkembangan sektor selain konstruksi seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, serta industri pengolahan,"jelasnya.
Namun, saat ini pemberian kredit kepada pengusaha di Aceh pasca tsunami belum kembali normal seperti sebelumnya.
"Saat ini, belum ada normalisasi kredit jangka menengah dan panjang dari perbankan,"ucap Hidayat.
Padahal, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai jika dunia usaha berkembang. Oleh karena itu, Hidayat meminta kalangan perbankan untuk mendukung perkembangan sektor riil dan tidak menyalurkan dananya pada pembelian obligasi dan SBI .
"Tantangan pemerintah terbesar adalah besarnya pengangguran dan kemiskinan. Kalau dunia usaha berkembang maka kita bisa merekrut pengangguran,"tambahnya.
Dalam perekonomian global saat ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi harus makin tinggi. Hal itu, tidak mungkin dilakukan tanpa perkembangan dunia usaha.
"Oleh karena itu, yang bisa dilakukan pemerintah adalah membangkitkan kewirausahaan, karena pembangunan ekonomi tidak mungkin tanpa pengusaha," tutur Hidayat. (*/rit)