"Hingga Juli 2007 ini, jumlah negara yang memakai produk Bio Farma sekitar 104 negara," kata Direktur Pemasaran PT Bio Farma, Sarimudin Sulaiman di sela-sela "open house" PT Bio Farma, Sabtu.
Dua negara terakhir yang memesan vaksin buatan BUMN itu adalah Bolivia dan Singapura.
Sedangkan pasaran lainnya adalah India, Afrika, beberapa negara Eropa, Malaysia, Australia bahkan Amerika Serikat dan Cina sebagai produsen vaksin juga sempat menggunakan produk Bio Farma. "Pasaran terbesar sampai saat ini adalah ke India," katanya.
Menurut Sarimudin, dari Rp360 miliar pendapatan dari eksport vaksin dan serum PT Bio Farma sekitar 70 persennya hasil dari penjualan vaksin ke India.
"India pasar terbesar bagi produk bulp (vaksin setengah jadi). Prosentasenya sekitar 70 persen dari nilai ekspor, sisanya dijual ke Eropa, Afrika serta ke beberapa negara lainnya di Asia maupun Amerika Selatan," kata Sarimudin.
Sementara itu pendapatan dari penjualan di dalam negeri sekitar Rp280 miliar sebabian pesan melayani pesanan dari pemerintah maupun dari distributor vaksin di dalam negeri.
Sarimudin mengatakan, perusahaan itu berusaha keras mempertahankan peluang dan pasar yang ada. Selain itu juga berusaha untuk menemukan inovasi baru dalam produksi vaksinnya sehingga tetap bersaing dan efektif untuk peningkatan kesehatan masyarakat.
"Cina memiliki banyak perusahaan vaksin, namun kami tidak khawatir karena punya pasar. Sebaliknya dengan inovasi dan terobosan baru dalam produksi vaksin, Bio Farma bisa lebih diterima pasar," katanya.
Ia menyebutkan, bila perusahaan vaksin lainnya hanya memproduksi satu hingga dua jenis vaksin saja, namun PT Bio Farma hingga saat ini memproduksi delapan vaksin sekaligus yakni vaksin BCG, DPT, DT, TT, Polio, Campak dan Hepatitis B serta yang terbaru vaksin "combo".
Open House
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya (HUT) ke-117, yang akan jatuh pada 6 Agustus 2007, BUMN produsen vaksin nasional PT Bio Farma menggelar "open house" untuk masyarakat umum baik dari sekitar lokasi perusahaan maupun warga Bandung lainnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 750 warga, baik dewasa maupun anak-anak itu dilakukan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kepercayaan stakeholder kepada Bio Farma.
"Semua harus bangga karena Indonesia memiliki PT Bio Farma satu-satunya produsen vaksin dan serum di Indonesia," kata Sarimudin.
Kegiatan open house itu diisi dengan acara seputar kesehatan anak dan imunisasi dengan tema "Ibu Cerdas dan Anak Sehat dengan Imunisasi" dengan menampilkan narasumber Prof. DR Azhali dan penyanyi Rida RSD dan Tike "Extravaganza" Priyatnakusuma.
Selain itu juga diramaikan dengan lomba gambar mewarnai tingkat SD dan TK serta hiburan dari anak-anak Hari Rusli Fondation Bandung. (*/rit)