"Kita segera bicarakan dengan kalangan distributor, khususnya permen dan pasta gigi di Sumbar, kenapa bisa produk impor berbahaya itu beredar," kata Kepala Dispedrindag Sumbar, Yenifra, kepada ANTARA di Padang, Sabtu (28/07).
Menurut dia, guna menghentikan peredaran sejumlah jenis permen berbahan merusak kesehatan itu, distributor dan agen tunggalnya mesti ditegur.
Selain itu, tak kalah pentingnya instansi terkait pengawasan di lingkungan pelabuhan juga didesak agar memperketat pemeriksaan, agar terhindar produk impor beredar beracun masuk ke negeri ini.
"Upaya penarikan dan razia di lapangan terhadap produk membahayakan kesehatan terus dilakukan," katanya dan menambahkan, produk-produk beracun itu sudah beredar hingga pedesaan di Indonesia.
Justru itu, pihaknya sesuai kewenangan memanggil distributor dua jenis produk itu, dan didesak mereka untuk menariknya.
Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Sumbar, Dra Maryorie, menyatakan, tim akan terus menggencarkan razia ke sejumlah toko dan swalayan di kabupaten/kota di provinsi itu.
Terkait indikasi peredaran dua produk berbahan formalin itu, sudah banyak di Sumbar, buktinya dari 19 toko/swalayan digeledah pada Kamis (26/7), empat di antaranya ditemukan jenis permen White rabbit creamy candy -- dalam bentuk kemasan-- sebanyak 1.046 bungkus permen/gula-gula.
"Permen impor asal Cina itu, ditemukan pada empat swalayan di Kota Padang, saat tim turun ke lapangan secara mendadak pada kawasan Pondok, Jl Veteran, Jl M Yamin. Kita langsung memusnakan barang bukti," katanya.
Ke enam jenis permen mengandung bahan formalin itu, di antaranya, White rabbit creamy candy, Kiamboy, Classic candy, Black Currant dan Manis Plum, tidak dibenarkan untuk diperdagangkan.
Produk itu, selain tidak memiliki izin dari Depkes, juga mengandung bahan pengawet mayat yang dampaknya buruk terhadap tubuh manusia.
"Kita baru terima surat dari BPOM Pusat Rabu (25/7), terkait ditemukannya sejumlah jenis permen mengandung bahan berbahaya itu, ,"katanya.
Justru itu, pihaknya mulai Kamis (26/7) turunkan tim ke tempat perbelanjaan kota itu, guna melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko/swalayan guna merazia permen asal China itu. Tim akan tetap melakukan operasi pada hari-hari berikutnya.
"Kita tetap menggelar razia permen membahayakan itu, karena masih banyak toko dan swalayan di Kota Padang belum diperiksa," ujarnya dan menambahkan, karena keterbatasan tenaga, tentu operasinya dilakukan secara bertahap.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan aparat keamanan, guna melakukan razia terhadap sejumlah permen dan pasta gigi itu.
"Kita belum terima surat dari BBPOM Pusat, berkaitan dengan dua jenis pasta gigi berformalin itu, sehingga razia lebih difokuskan pada permen,"ujarnya. (*/rit)