< >

PLTU 400 Megawatt Akan Dibangun di Aceh Barat

Minggu, 29 Juli 2007 09:50
Kapanlagi.com - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x200 megawatt akan dibangun di Kabupaten Aceh Barat, untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Rencana pembangunan PLTU oleh PT Energi Alam Raya tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) di Banda Aceh, Sabtu (28/7), antara Gubernur Irwandi Yusuf dengan Irsan Gading mewakili Media Group dan Direktur pembangkit PLN Pusat Ali Herman Ibrahim.

"Aceh selama ini mengalami defisit energi listrik sebesar 100 megawatt. Namun dengan dibangunnya PLTU di Aceh Barat ini diharapkan akan dapat mengatasi masalah listrik di Aceh," kata Ali Herman Ibrahim.

Media Group sebelumnya juga berkomitmen membangun PLTU berkapasitas 15 megawatt di Kabupaten Nagan Raya, yang saat ini tahap pembangunannya telah mencapai 85% dan direncanakan dapat beroperasi pada 2010.

Pada kesempatan itu juga disepakati harga jual arus listrik kepada PLN sebesar Rp450/Kwh dari harga yang disetujui sebelumnya Rp350/Kwh dengan pertimbangan tidak akan merugikan investor.

Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, sejak terpilih memimpin pemerintahan baru Aceh, banyak investor yang tertarik berinvestasi di Aceh namun akibat kurangnya energi listrik ada di antaranya mengurungkan niatnya.

"Janji saya kepada rakyat ketika Pilkada lalu juga banyak yang tidak terpenuhi karena listrik. Terlambat bagi saya untuk meyakinkan rakyat, mungkin dengan adanya PLTU di Nagan Raya dan Aceh Barat dapat terpenuhi," kata Irwandi.

Pimpinan Media Group, Surya Paloh yang turut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut mengatakan, Aceh mempunyai potensi dan kesempatan yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur merupakan yang utama untuk mengejar ketertinggalan Aceh dari daerah lain apalagi di bawah kepemimpinan gubernur/wakil gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat.

"Sebagai putra Aceh saya senang melihat pembangunan Aceh saat ini dan ingin membantu. Terwujudnya PLTU ini juga tidak lepas dari dorongan Gubernur Irwandi Yusuf," kata Surya.

General Manajer PLN NAD, Syarifuddin Ibrahim menjelaskan, sebanyak 750 ribu warga merupakan pelanggan dan 90% di antaranya adalah rumah tangga dengan beban puncak yang dialami mencapai 210 megawatt.

Diperkirakan pada 2016 Aceh membutuhkan sekitar 400 megawatt suplai listrik melihat pada beban puncak 2.500 megawatt dari Aceh ke Bandar Lampung sehingga pada 2015 diperkirakan akan dibutuhkan suplai listrik hingga 4.000 megawatt.

Krisis listrik di Aceh akan teratasi dengan dilanjutkannya pembangunan PLTA Peusangan yang dapat menghasilkan 84 megawatt dan diperkirakan beroperasi pada 2012 serta pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) di Seulawah yang menghasilkan 200 megawatt. (*/bun)

 Pesan dari sponsor 

KOMENTAR PEMBACA |

muhajir_pu
 
assalamualaikum..saya adalah mahasiswa teknik elektro unsyah.apakah dengan terpenuhinya kebutuhan listrik di aceh dapat masuknya invesrtor-investor asing untuk menanam sahamnya untuk kemajuan aceh kedepan?
(04-05-2009 21:24:29)

Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar