"Studi kelayakan meliputi penilaian aspek lingkungannya, ekonomi, sosial budaya, teknis dan lahan dicadangkan di Desa Lubuk Laweh, Kel Air Pacah, Padang pada areal seluas 3,8 hektar," kata Ketua Bappeda Kota Padang, Ir. Emzalmi MSi kepada ANTARA di Padang, Minggu (28/7).
Studi kelayakan khusus RPH modern itu, di antaranya menyebutkan lokasi tidak berada dalam kawasan permukiman penduduk, serta punya saluran air cukup besar dan dalam kondisi baik. "Studi kelayakan kini masih dalam proses," katanya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kehutanan Kota Padang, Ir Asnel, mengatakan, pembangunan RPH modern dijadwalkan dibandu Pemerintah Australia. Pemerintah Kota Padang mencadangkan lahan, sekaligus lokasi pasar ternaknya.
RPH itu, kata dia, dilengkapi fasilitas timbangan dan peralatan modern lainnya. Peralatan berserta cara-cara pengoperasiannya dibantu Pemerintag Australia, termasuk memasok ternaknya.
Guna pengelolaan RPH, manajemennya diserahkan pada satu badan usaha milik daerah (BUMD). "Pemko Padang akan meraih retribusi Rp2.000 per ekor sapi potong, dari usaha RPH itu" tambahnya.
Keberadaan RPH modern itu, tambah dia, cukup mendesak karena kondisi RPH yang lama sudah berusia 20-an tahun. Lokasi RPH ini sudah berada di lingkungan padat permukiman penduduk. (*/bun)