Sementara Sekjen DPP PDI Perjuangan, Pramono Anung, menambahkan, pemimpin kota pusat pemerintahan NKRI ini harus merupakan sosok yang mampu mengedepankan kepemimpinan tanpa membedakan latar belakang dan asal usul.
Kedua politisi kaliber nasional mengungkapkan pandangannya itu ketika secara bergilir tampil di depan 15 ribu massa saat kampanye terbuka mendukung pasangan Fauzi Bowo - Priyanto (FB-P), Minggu, di lapangan bola Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (2007-2012) FB-P sendiri tampil masing-masing bersama isteri dalam kampanye terbuka yang dimeriahkan atraksi kesenian oleh seniman Betawi serta artis ibukota.
Theo Sambuaga pada kesempatan itu mengajak warga Jakarta memilih FB-P atau pasangan nomor urut 2 ini, karena keduanya dinilai kokoh dalam visi wawasan kebangsaannya dan tinggi penghargaannya terhadap pluralitas.
"Keduanya juga punya program jelas dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat, melalui upaya sungguh-sungguh yang terukur dalam mengatasi masalah pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, UKM, kebersihan kota, transportasi publik dan ancaman banjir," tukas Theo Sambuaga.
Sedangkan Pramono Anung menegaskan, hampir semua partai mendukung duet FB-P karena mereka yakin, pasangan ini mampu memimpin Jakarta tanpa membedakan latar belakang.
"Jakarta menghendaki ciri kepemimpinan sebagaimana ditunjukan oleh sosok FB-P ini," tambah Pramono Anung dalam kampanye terbuka yang juga dihadiri pimpinan teras Partai Demokrat, PPP, PAN, PKB, PDS, PBR, dan yang lain itu. (*/cax)