"Mereka (pengembang besar) optimis peluang pasar di sektor properti masih sangat besar," kata pengamat properti, Panangian Simanungkalit di Jakarta, Senin.
Sekalipun ekspansi bisnis properti mengalami penurunan pada 2006, tetapi tidak menyurutkan niat para pengembang besar untuk mengembangkan proyek komersial pada semester II.
Sebut saja Bakrieland Development dengan proyek mega superblok 20 hektar di kawasan pusat bisnis (CBD) Rasuna Epicentrum, Agung Podomoro Group dengan Blok M Square, Thamrin Residence dan CBD Pluit.
Kemudian Djarum Group mengembangkan proyek Grand Indonesia, Plaza Indonesia Realty dengan Plaza Indonesia 2, Pakuwon Group dengan proyek Kasablanka dan Gandaria Mainsteet, Grand Mall Ciputra di Prof.Dr. Satrio, Group Arha Graha dengan Pacific Place.
Selain itu PT Kencana Graha Mandiri dengan the City Tower, PTB Wisma Kartika dengan Thamrin Nine, PTB Prakarsa Semesta Alam dengan Essence on Darmawangsa Residence, Lippo Group dengan Kemang Village, Agung Sedayu Group dengan Kelapa Gading Square.
Sedangkan di luar Jakarta proyek komersial yang sedang dikembangkan BSD City International Business Center di atas lahan seluas 17 hektar oleh Sinar Mas Group dan Bekasi Square yang dikembangkan PTB Kilap Propertindo.
Nilai kapitalisasi bisnis propertindo pada 2007 diperkirakan mencapai Rp66,99 triliun, angka ini turun 15,75 persen dibandingkan 2006.
Panangian memperkirakan bisnis properti yang juga memiliki peluang sehingga dapat meningkatkan kapitalisasi pada semester II adalah sektor perumahan baik mewah, menengah, sederhana (subsidi dan non subsidi). (*/rit)