Dengan bendera Irak menghiasi jendela-jendela, para fans itu meneriakkan kegembiraan mereka setelah pesepakbola negara mereka mengalahkan Saudi 1-0 di Jakarta, untuk pertamakalinya memenangi Piala Asia dan membawa secuil berita baik ke negara yang masih dilanda perang itu.
"Kami benar-benar bangga," kata seorang pria yang bergabung dengan teman-temannya di pusat kota.
"Ini menunjukkan apa yang bisa dilakukan negara kami ketika kami bersatu."
Terdapat 80.000 warga Irak di Swedia, jumlah yang terbanyak di Eropa.
Sementara dari Damaskus dilaporkan ribuan pengungsi Irak menyanyikan "Irak, Irak" di jalan-jalan kota tersebut, Minggu, untuk merayakan kemenangan negara mereka 1-0 atas Arab Saudi dalam final Piala Asia 2007.
Sekitar 3.000 pengungsi yang bergembira melambai-lambaikan bendera Irak dan mengedarkan gambar presiden Suriah Bashar Assad di jalan-jalan Jaramana di selatan Damaskus ketika peluit terakhir ditiup di Jakarta, Indonesia.
Suriah menjadi rumah bagi sekitar 1,5 juta pengungsi Irak, yang sebagian besar berada di Damaskus.
Ali Kyon, 24, dari Baghdad dan sudah tinggal di Suriah selama empat tahun, mengatakan, "Saya sangat senang dengan kemenangan Irak, saya harap tim ini akan selalu menang."
Fulleh, 32 yang menolak memberi tahu nama lengkapnya, mengatakan, "Kami, orang Irak saling mencintai satu sama lain. Lihat betapa semua orang gembira. Saya harap kami menang atas musuh kami, kami satu bangsa," tambahnya. (*/cax)