Target Produksi Dinaikkan, 'Cost Recovery' Juga Naik

Kapanlagi.com - Kenaikan cost recovery atau biaya yang dikembalikan ke kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas (migas) tahun 2007 diakibatkan naiknya investasi guna mencapai target peningkatan 30% produksi migas pada 2009.

Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Kardaya Warnika usai rapat cost recovery dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin mengatakan, pemerintah sudah meminta para KKKS meningkatkan produksi migas agar target kenaikan produksi sebesar 30% tercapai.

"Kami sudah minta ke KKKS supaya mengembangkan lapangan baru dan meningkatkan produksi lapangan yang kurang bagus," katanya.

Akibatnya, lanjutnya, meski produksi masih dua tahun lagi, biaya-biaya seperti pengeboran tetap harus dikeluarkan sekarang.

"Jadi, sesuai kontrak, memang mereka sudah dapat cost recovery meski mereka produksinya dua tahun lagi," katanya.

Menurut dia, pihaknya optimis produksi migas akan mengalami kenaikan 30% pada 2009.

Pada tahun ini, sesuai asumsi RAPBN 2007, produksi minyak ditargetkan mencapai satu juta barel per hari.

Sementara itu, di tempat yang sama, Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, pada Kamis (1/8), pihaknya akan mengundang seluruh stakeholder guna membahas cost recovery.

Mereka yang diundang antara lain ahli pertambangan, pengamat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Indonesia Petroleum Association (IPA), Depkeu, DPR, dan para KKKS.

"Kami berharap melalui pertemuan tersebut bisa dihasilkan pemahaman yang sama bagaimana menekan cost recovery," katanya.

Menurut Luluk, hasil pertemuan akan menjadi masukan bagi penyempurnaan draf peraturan menteri (permen) sebagai upaya memperbaiki pola cost recovery yang berlaku sekarang ini. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com