
Dua pasal KUHP tentang pencemaran nama baik (310) dan memberikan keterangan palsu (171) resmi dilayangkan pada Jeni serta kuasa hukumnya, pada surat bernomor LP/3161/K/VII/2007.
Menurut Teddy, yang ditemui di luar ruang SPK, pihaknya sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut. Namun karena tuduhan dan pemberitaan yang beredar kian menyudutkan dirinya, ia pun mengaku tak tahan.
"Saya terpaksa lakukan ini karena saya nggak pernah berbuat seperti dituduhkan ibu Jeni Nuraeni. Bahkan untuk kasus ini selanjutnya saya serahkan pada tim kuasa hukum, termasuk soal transparansi keuangan semasa saya memanajeri almarhum Adi," tegasnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, sebenarnya beberapa waktu lalu sebelum Jeni melaporkan dirinya, ketiga belah pihak telah membicarakan masalah ini. Namun saat itu tidak ada titik terang.
"Padahal kita telah lakukan pertemuan, termasuk kami siap melakukan audit pendapatan Adi selama saya manajeri. Makanya, semua tuduhan saya bantah dan nggak benar. Adi itu artis eksklusif Multi Vision Plus. Jadi nggak bisa semena-mena menekan kontrak dengan pihak lain. Kalau pun ada iklan, itu dulu sekitar 2004 dan kala itu bukan saya yang jadi manajernya," kata Teddy lagi.
Mengenai ancaman akan membuka 'aib' Adi, disanggah Teddy. Bahkan ia balik bertanya dengan tuduhan demikian.
"Saya nggak pernah berbuat itu. Buat apa? Malah saya balik tanya. Jadi nggak ada alasan jika dia bicara seperti itu. Padahal dia sudah saya anggap sebagai ibu sendiri," keluh Teddy sambil menambahkan bila ketidakhadiran dirinya saat tahlilan beberapa hari meninggalnya Adi adalah karena kesibukannya.
Juga dengan soal materi yang dianggap tidak sesuai oleh Jeni, Teddy kembali berkomentar, "Mungkin draf yang diterima ibu tak diterima semua. Mungkin pula ada sisa dari pendapatan Adi, tapi nggak seberapa."
"Bahkan sebetulnya ada kekurangan yang harusnya dilunasi almarhum, seperti biaya rumah, tapi saya ikhlaskan dan saya nggak mau ungkit-ungkit soal itu serta menagih," imbuh pria yang sekarang menyerahkan permasalahan tersebut pada pihak berwajib. (kl/opa)
Lihat Profil: Adi Firansyah
udah jangan ribut ribu kenapa sich kasian khan ntar arwah adinya ngak tenang disana soale dibicarakan terus..... sadar
saya kenal teddy karena saya pernah 'memakai' artis2nya dan hubungan kita cukup baik. selama saya mengenalnya, teddy itu orang yang baik, profesional, tidak ada masalah, bahkan dalam memberikan hrga buat talent2nya sangat fair. apapun dia dan bagaimanapun ia, sepertinya tidak pantas diungkap disini. apakah pak anton punya masalah dengan dia sehingga sampai menjelek-jelekan teddy? rasanya kok gak pantas ya. apa anda punya keuntunganbisnis sehingga begitu nafsu menjelek2an dia yang belum tentu benar juga. Biarlah hanya Tuhan yang menilai kebaikan tiap2 manusia.
Teddy Sudjadi itu bekas pramugara National Air Charter kemudian di Sempati Air. Saya pernah ketemu dia waktu ada acara bekas boss saya National Air Charter dia dengan Thomas Djorghi, yang aku tahu dia seorang gay...yang kemudian di kawinkan sama salah satu karyawan apotiknya. Dia juga salah satu karyawan dari Lion Air.