Kontrak utama berjangka minyak jenis ringan di New York untuk pengiriman September turun 19 sen untuk ditutup pada US$76,83 per barel.
Di London, minyak Laut Utara Brent untuk sapengiriman September anjlok 52 sen dan bertahan di US$75,74 per barel.
Pasar mengambil sikap itu setelah pemerintah AS JUmat melaporkan bahwa perekonomian negara terbesar di dunia itu meningkat lebih kuat dari perkiraan sebesar 3,4% selama kuartal kedua, melampaui perkiraan Wall Steer yang hanya 3,2%.
Michael Davies, analis Sucden, mengatakan data pertumbuhan ekonomi AS mengurangi kekhawatiran mengenai menjamurnya krisis di pasar perumahan.
Pada Jumat, harga minyak melonjak, dengan minyak mentah di New York ditutup pada US$77,02 karena data produk domestik bruto AS menyebabkan kekhawatiran mengenai pasokan dalam menghadapi kebutuhan AS.
"Harga yang mendekati rtekor tertinggi itu telah mengundang OPEC untuk meningkatkan produksinya, namun pada saat yang bersamaan OPEC tetap tidak bergerak," kata Davies. (*/rit)