< >

Jasa Konstruksi Nasional Harus Siap Hadapi Kontraktor Asing

Selasa, 31 Juli 2007 23:59
Kapanlagi.com - Menteri Pekerjaan Umum minta kepada pelaku jasa konstruksi harus siap bersaing dengan asing, setidaknya untuk proyek-proyek di dalam negeri.

"Setidaknya harus bisa bersaing untuk mendapatkan proyek di dalam negeri," kata Menteri PU, Djoko Kirmanto usai membuka musyawarah nasional Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) di Jakarta, Selasa.

Oleh karenanya Menteri PU mengingatkan keberadaan LPJKN tak sekedar menjadi lembaga sertifikasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan mereka.

Ke depan LPJKN harus menciptakan kesinambungan pertumbuhan jasa konstruksi di Indonesia dengan menciptakan struktur usaha yang andal, berdaya saing tinggi, serta mewujudkan produk konstruksi yang berkualitas.

Tugas kepengurusan masa bakti 2007 - 2011 cukup berat sehubungan dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur disamping makin terbukanya persaingan dengan dunia luar terutama di sektor jasa.

"Saya tidak ingin apabila proyek-proyek konstruksi yang sebenarnya bisa ditangani kontraktor Indonesia ternyata diambil asing," ujarnya.

Ke depan LPJKN harus aktif di bidang penelitian, pendidikan, pelatihan, arbitrase, registrasi tenaga di sektor konstruksi. Sertifikasi bukan tujuan akhir tetapi tanda bukti setelah perusahaan menjalankan diklat.

"Jadi nantinya ada semacam tingkatan keahlian (grade) yang dilalui pelaku jasa konstruksi, dalam rangka mencetak tenaga handal dan profesional," ujarnya.

Terkait dengan penyusunan pengurus baru LPJKN 2007-2011, Departemen PU ikut memfasilitasi dengan menyelenggarakan fit and proper test (uji kepatutan dan kepantasan) dan berhasil diloloskan 42 orang dari berbagai profesi.

Sedangkan menurut Ketum LPJKN masa bakti 2003-2007, Sulistijo Sidarto Mulyo, sesuai amanat UUB Jasa Kontruksi No. 18 tahun 1999 telah melaksanakan kerjasama dengan mitra kerja dari luar seperti Jepang.

Tujuan untuk mempersiapkan tenaga konstruksi agar mampu bersaing di tingkat global. Kerjasama pelatihan dengan mitra asing sudah yang kedua kalinya, serta September 2007 akan diselenggarakan untuk ketiga kalinya.

Dalam rangka mempersiapkan tenaga konstruksi dalam negeri Sulistijo mengatakan, dirinya telah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi seperti Badan Sertifikasi Nasional, BI, Departemen Keuangan.

"Kita menyadari peran sektor jasa konstruksi sangat besar dalam menyumbang ekonomi nasional. Sehingga kualitas juga harus ditingkatkan melalui kerjasama dengan berbagai instansi termasuk negara yang lebih maju di bidang konstruksi," ujarnya. (*/rsd)

 Pesan dari sponsor 

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


BERITA LAINNYA