"Seksi IA menjadi prioritas karena merupakan jalan akses Tol Waru - Juanda yang akan segera beroperasi November ini," kata Direktur Utama Marga Nujwasumo Agung, Moelia Aida selaku investor ruas ini kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, seksi IA nantinya akan menjadi penghubung tol Waru - Juanda dengan tol Surabaya - Gempol, sehingga MNA sengaja memperioritaskan penyelesaian ruas ini termasuk untuk pengadaan tanah.
Pemerintah daerah setempat telah melaporkan bahwa proses pembebasan tanah yang dilalui Tol Surabaya - Mojokerto akan dapat dituntaskan pada pertengahan tahun 2008, ujar Moelia.
Sehingga, kata Moelia, perusahaan mengharapkan akan mampu menyelesaikan ruas tol yang diperkirakan menelan biaya investasi Rp2,2 triliun pada tahun 2009 sesuai target pemerintah.
Tetapi, ujar Moelia, dalam pembebasan ini bukan tidak ada kendala mengingat sejumlah ruas harus melalui permukiman penduduk. "Saat ini kita coba mengalihkan ke lahan-lahan yang masih kosong," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, soal dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk pengadaan tanah yang selama ini belum diterima karena masih terbentur masalah administrasi dan saat ini masih diupayakan.
"Dari Rp125 miliar yang diajukan sampai saat ini belum ada yang cair karena persoalan administrasi," ujarnya.
Dari total dana Rp600 miliar yang dialokasikan BLU dibawah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) belum satupun yang dicairkan, PT MNA sendiri seharusnya mendapatkan Rp400 miliar. (*/rsd)