"Setelah perjanjian kesepakatan jual-beli energi dilakukan 25 Juli lalu, hari ini jual-beli itu direalisasikan," kata GM Sun Plaza, Lina Huwan, usai acara penyerahan secara simbolis energi listrik itu kepada pihak PT PLN Sumut, di Medan, Selasa.
Menurut dia, kebijakan manajemen plaza itu menjual kelebihan energinya kepada PT PLN merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap krisis listrik di Sumut.
"Kebijakan itu juga tidak dilakukan untuk mencari keuntungan, tapi sebagai wujud CSR (corporate social responsibility) perusahaan," katanya.
Sementara General Manager PT PLN Sumut, Supriyanto, berharap langkah Sun Plaza bisa diikuti manajemen plaza lainnya.
"PLN berharap anggota AP4SU (Asosiasi Pusat Perbelanjaan dan Perkantoran Sumut) lainnya mengikuti langkah Sun Plaza, karena harus diakui krisis listrik di Sumut masih akan terjadi," katanya.
Dengan adanya pasokan listrik dari berbagai pihak, diharapkan defisit energi listrik yang terjadi di Sumut bisa diatasi.
Sebelumnya, Supriyanto menyebutkan PT PLN Sumut akan mendapat tambahan pasokan energi berkapasitas 20 MW dari kalangan swasta perkantoran dan plaza di Kota Medan dengan sistem beli atau sewa.
Penambahan pasokan sebesar 20 MW itu untuk menekan defisit energi 120 hingga 140 MW pada beban puncak di Sumut dan NAD pada kondisi normal.
Ketua Umum AP4SU, Paulus Tamie, menyebutkan, pihaknya merasa terhormat karena diajak ikut menanggulangi krisis listrik di Sumut yang sudah terjadi sejak lama.
Kontrak kerjasama dengan PT PLN dilakukan selama setahun dengan kesepakatan AP4SU mengirimkan daya listrik cadangan sebesar 20 MW pada jam-jam tertentu atau pada saat plaza dan kantor tidak beroperasi. (*/rsd)