BRTI: Tarif Telepon di Indonesia Tidak Seimbang

Kapanlagi.com - Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan tarif telepon lokal dan tarif telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) di Indonesia tidak seimbang.

"Tarif kita tidak seimbang antara tarif lokal dengan tarif SLJJ. Tarif lokal murah karena disubsidi oleh SLJJ sehingga SLJJ tarifnya mahal," kata Heru Sutadi disela-sela acara Asia Pacific Telecommunity Wireless Forum ke-4 di Jakarta, Selasa.

Heru mengatakan pihaknya sedang mengkaji mengenai besaran tarif telepon ini dan kemungkinan tarif telepon lokal akan naik dan tarif telepon SLJJ akan turun.

"Semua data dari operator telepon kita olah. Kita lihat dari data operator yang benar-benar efisien yaitu Telkomsel dalam melakukan operasinya. Kita lihat berapa cost base-nya," kata Heru.

Dia melanjutkan pihaknya telah memformulasikan tarif telepon yang saat ini masih terus dibahas bersama.

Selain itu, Heru mengatakan BRTI sedang memikirkan bagaimana mengawasi para operator dalam menerapkan tarif telepon mereka.

"Ada tiga pengawasan cara yaitu apakah pengaduan dari konsumen, atau regulator mempunyai alat untuk mengawasi atau laporan dari operator," kata Heru.

Anggota BRTI itu mengatakan alat untuk mengawasi para operator mempunyai biaya sekitar Rp7 Miliar per tahun dan dapat melakukan tes telepon untuk mengetahui rate tarif telepon suatu operator. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com