Secara terpisah beberapa pejabat keamanan mengatakan gerilyawan Islam itu telah menculik empat tentara di daerah Waziristan Utara yang tidak datar, tempat AS menuduh bahwa al Qaida telah menciptakan perlindungan yang aman untuk merencanakan serangan terhadap sasaran Barat.
Waziristan Utara telah menyaksikan peningkatan dalam kekerasan sejak gerilyawan pro-Taliban membatalkan perjanjian perdamaian dengan pemerintah 15 Juli, lima hari setelah tentara menyerang sebuah masjid radikal di ibukota Islamabad, yang menyebabkan sejumlah orang tewas.
Pertempuran berkobar selama enam jam setelah patroli tentara mendapat serangan sesudah memberikan isyarat pada tiga kendaraan untuk berhenti di pos pemeriksaan Banda di daerah yang dilanda-konflik itu, kata kepala juru bicara militer Mayor Jenderal Waheed Arshad.
"Sekitar 40 gerilyawan mulai menembak pasukan keamanan dan mengambil posisi di dekat bukit, dan pasukan keamanan membalas. Dukungan helikopter diminta, ada tembak-menembak gencar," kata Arshad.
"Delapanbelas gerilyawan tewas dan kami memiliki mayat mereka bersama kami. Dua orang terluka dan mereka telah ditangkap," katanya, dan menambahkan bahwa dua tentara juga luka-luka.
Sementara keempat tentara itu diculik dengan todongan pistol ketika dalam perjalanan dari kota garnisum Banu ke tempat yang tak aman bagi gerilyawan Mir Ali di Waziristan Utara, seorang pejabat senior keamanan mengatakan tanpa menyebut nama.
"Upaya sedang berlangsung untuk menemukan mereka," katanya.
Sebelumnya, sebuah bom di tepi jalan melukai enam tentara paramiliter, dua berat, ketika mereka mengirim makanan ke rekan mereka di garis perbatasan distrik adat Waziristan Selatan yang berdekatan, kata pejabat keamanan.
Tentara juga tembak-menembak semalam dengan gerilyawan di Waziristan Utara setelah gerilyawan meluncurkan roket di gedung pemerintah dan tentara. Tidak ada laporan segera mengenai korban dari pertempuran itu.
Sebuah roket telah merusak sebuah hostel mahasiswa milik-pemerintah di Miranshah, kota penting di Waziristan Utara, sementara dua mendarat di lapangan rumput markas militer penting di kota itu, kata pejabat keamanan setempat.
Tujuh orang, termasuk tiga tentara, tewas akibat kekerasan di Waziristan Utara Senin.
Pakistan memerangi Taliban dan gerilyawan terkait-al Qaida di daerah adatnya yang tidak berat sejak ratusan gerilyawan melarikan diri dari Afghanistan setelah jatuhnya rezim garis keras Taliban akhir 2001.
Pasukan yang dipimpin-AS menggulingkan Taliban karena tuduhan bahwa mereka telah menyembunyikan Osama bin Laden, yang dipersalahkan karena serangan pesawat terbang bunuh diri 9/11 di New York dan Washington.
AS, sekutu penting Islamabad, telah mencap daerah adat Pakistan sebagai tempat persembunyian baru gerakan al Qaida pimpinan-Osama bin Laden, tuduhan yang para pejabat Pakistan bantah. (*/cax)