Dirut PLN Eddie Widiono di Jakarta, Rabu mengatakan, pihaknya masih mengkaji keiikutsertaan Telkom baik dari segi teknis maupun ekonomis.
"Kalau masuknya Telkom membuat value (nilai) menjadi lebih tinggi, kenapa tidak. Tapi, kalau niatnya hanya membunuh persaingan, maka akuisisi ini banyak ruginya," ujarnya.
Namun, ia mengatakan, masih terlalu dini mengatakan apakah menolak atau menerima keinginan Telkom mengakuisisi Icon+ tersebut.
Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil menyarankan, Telkom membeli Icon+ untuk mempercepat pengembangan anak perusahaan PLN.
Menurut Eddie, Icon+ merupakan penyedia layanan komunikasi yang menggunakan jaringan listrik.
"Kami juga masih optimis mampu mengembangkan Icon+, meski secara bertahap," katanya. (*/rsd)