< >

Semen Kupang Belum Mampu Penuhi Kebutuhan NTT

Kamis, 02 Agustus 2007 23:16
Kapanlagi.com - Direktur Utama PT Semen Kupang, Abdul Madjid Nampira mengakui, produksi Semen Kupang belum mampu melayani kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tiap tahun membutuhkan sekitar 360.000 ton.

"Produksi kita baru mencapai 25.000 ton/bulan atau sekitar 300.000 ton per tahun sehingga masih harus bersaing dengan produk semen dari luar di pasaran NTT," katanya di Kupang, Kamis.

Pihak perusahaan belum lama ini mendapat suntikan dana dari APBN sebesar Rp50 miliar untuk proses "penyehatan" pabrik semen satu-satunya di NTT untuk pengadaan kebutuhan masyarakat.

"Bantuan dana dari APBN itu kita gunakan sebagai modal kerja antara lain untuk pengadaan suku cadang pabrik Semen Kupang II yang beroperasi sejak 2003 dan pengadaan batubara dari Kalimantan," ujarnya.

Pabrik Semen Kupang I dengan teknologi tungku tegak sudah berhenti. Atas dasar itu, dibangunlah pabrik Semen Kupang II untuk menunjang kegiatan Pabrik Semen I, namun dalam perjalanan sejumlah suku cadang serta bahan pembakaran semen seperti batubara harus didatangkan dari Vietnam.

"Ini sebuah pilihan yang sulit. Tetapi, untuk menyeimbangi pemasaran semen di NTT dengan semen-semen dari luar seperti Tonasa, Gresik dan Bosowa, haruslah dibangun pabrik baru karena nilai investasinya sama dengan memperbaiki kembali Pabrik Semen I," ujarnya.

Pabrik Semen Kupang II, kata Nampira, baru kembali beroperasi pada Juli 2007 setelah mendapat suntikan dana dari APBN sebesar Rp50 miliar dengan kapasitas produksi 25.000 ton/bulan.

Pabrik Semen Kupang II menggunakan teknologi tungku putar (rotary) dan hemat batubara karena hanya menggunakan bara untuk proses produksi ketimbang Pabrik Semen I yang menggunakan arang batubara untuk proses produksi.

Menurut dia, investasi untuk Pabrik Semen Kupang dinilai lebih murah dan efisien karena hanya mendatangkan batubara dari Kalimantan, sedang bahan pabrik lainnya seperti batu kapur dan tanah liat cukup tersedia di bumi NTT.

"Bahan lokal kita untuk kebutuhan semen cukup tersedia, namun batubara masih harus kita datangkan dari Kalimantan," katanya menambahkan. (*/rsd)