< >

Peningkatkan Kunjungan Turis Dorong Kenaikan Impor Non Migas

Jum'at, 03 Agustus 2007 14:49
Kapanlagi.com - Kunjungan turis asing yang terus meningkat sejak awal 2007, mendorong kenaikan impor berbagai jenis barang non migas ke Bali.

Kenaikan impor itu terutama berkaitan pemenuhan berbagai kebutuhan turis dan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik minat kunjungan wisatawan, demikian laporan Kajian Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Denpasar, Jumat.

Semester pertama 2007 tercatat 745.949 wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, dengan rincian selama Januari 109.504 orang, bulan berikutnya 118.275, Maret 119.163, April 125.140, Mei 128.693 dan Juni mencapai 145.174 orang.

Devisa yang dikeluarkan untuk impor aneka barang oleh pengusaha di Bali dalam upaya meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian daerah ini melonjak drastis, seperti April 2007 tercatat US$2,1 juta, bulan berikutnya mencapai US$4,7 juta.

Kenaikan tersebut menyebabkan nilai impor aneka barang nonmigas Bali secara kumulatif selama Januari-Mei 2007 mencapai US$37,3 juta, atau mendekati pembelian barang serupa selama tahun 2004 yang tercatat US$40,3 juta.

Laporan itu menyebutkan, aneka barang impor di awal 2007 ini sebagian besar didatangkan dari Australia, bernilai US$17,5 juta, disusul dari negara kawasan Asia seharga US$12,1 juta dan sisanya dari AS serta Eropa.

Impor tahun ini sebagian besar berupa tekstil dan produk tekstil, perhiasan serta permata, selain aneka barang dan suku cadang, termasuk untuk kebutuhan mesin pesawat.

Benda-benda dari besi dan baja sebagai bahan baku kerajinan juga banyak didatangkan dari mancanegara. Disamping itu juga perangkat optik, kertas karton, dan banyak pula diimpor buah-buahan serta sayuran.

Sebagian barang impor tersebut setelah diolah sebagian juga menjadi komoditas ekspor, termasuk berupa barang kerajinan.

Impor Bali tersebut, jumlahnya kecil jika dibandingkan realisasi ekspor aneka barang kerajinan, pakaian jadi, hasil perikanan dan perkebunan, yang pada selama pertama 2007 mencapai US$243,2 juta. (*/rit)