Kepala BRKP, Indroyono Susilo di Jakarta, Jumat menyatakan, air laut yang berada pada kedalaman lebih dari 500 meter memiliki manfaat yang bernilai ekonomi tinggi.
"Air laut dalam sangat bersih dan sehat sehingga bisa dimanfaatkan untuk air minum, kosmetik serta bagus untuk budidaya ikan," katanya.
Dia mencontohkan, air laut dalam yang dimanfaatkan untuk air mineral oleh sebuah industri di Jepang harganya mencapai Rp12.000/botol.
Menurut dia, sebenarnya hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki laut dalam yang airnya bisa dimanfaatkan namun hanya beberapa wilayah yang layak dikembangkan untuk industri diantaranya Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat serta Papua.
Indroyono mengatakan, kelayakan secara ekonomi untuk mengembangkan industri air laut dalam yakni wilayahnya harus yang memiliki tebing sehingga memudahkan mengalirkan air laut ke daratan.
"Yang mahal adalah pengadaan pipa untuk mengalirkan air tersebut karena harus tahan karat," katanya.
Dikatakannya, saat ini industri air laut dalam yang sudah dikembangkan di Indonesia yakni di kawasan Bali utara yang bekerjasama dengan investor Jepang yakni Kyowa Marine Technologi.
Selain itu, juga tengah direncanakan pembangunan industri air laut dalam untuk kawasan Biak Papua.
DKP, juga tengah mempromosikan kepada investor untuk mengembangkan industri air laut dalam di sejumlah kawasan lain seperti Pelabuhan Ratu Jawa Barat dan Gunung Kidul Jogjakarta.
Menurut Indroyono, untuk mengembangkan industri air laut dalam investasi yang diperlukan sekitar Rp5 miliar. (*/rit)