Dirut Pertamina Ari Soemarno di Jakarta, Jumat mengatakan, kenaikan kepemilikan tersebut merupakan upaya Pertamina menaikkan suara dalam proyek tersebut.
"Kami ingin Pertamina lebih punya suara," katanya.
Menurut dia, proyek kilang tersebut sangat prospektif, sehingga nantinya kenaikan kepemilikan tersebut akan meningkatkan keuntungan Pertamina.
Dengan perubahan tersebut, selain Pertamina yang memiliki saham 29%, proyek Kilang Senoro juga dimiliki Mitsubishi 51% dan Medco 20%.
Sebelumnya, Mitsubishi memiliki 60%, Pertamina 20%, dan Medco 20%.
Sementara itu, Dirut PT Medco EP Indonesia Lukman Mahfoedz mengatakan, pihaknya menargetkan penandatanganan head of agreement (HoA) Kilang Senoro pada Agustus ini.
HoA tersebut, merupakan perjanjian penjualan gas antara Joint Operating Body (JOB) Pertamina dan Medco di Blok Senoro-Toili, Pertamina untuk Blok Matindok, dan Kilang Senoro.
Menurut dia, setelah proses HoA maka akan dilanjutkan dengan final investment decision (FID) yang ditargetkan pada Januari 2008.
Proyek Kilang Senoro berkapasitas dua juta ton LNG per tahun diperkirakan menelan biaya US$800 juta.
Ditargetkan, proyek dimulai pembangunannya pada 2008, sehingga 2010 sudah beroperasi.
Seluruh produksi LNG kilang tersebut direncanakan akan diekspor ke Jepang. (*/rsd)