< >

LPJKN: Bank Perlu Dukung Sektor Konstruksi

Jum'at, 03 Agustus 2007 20:18
Kapanlagi.com - Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) yang baru terpilih Malkan Amin mengatakan perbankan nasional perlu mendukung sektor konstruksi.

"Selama ini sulit bagi kontraktor mendapat pinjaman kalaupun ada bunganya sangat tinggi," kata Malkan Amin Ketum LPJK periode 2007 - 2011 kepada wartawan di Jakarta, Jumat saat menyampaikan pandangannya selaku pengurus baru.

Kondisi inilah yang membuat kontraktor harus menyiasati pekerjaan dengan sedikit mencuri-curi karena dengan keuntungan 10%, sementara tingkat bunga di atas 12% jelas tidak bisa hidup, katanya.

Padahal, kata Malkan, perbankan seharusnya dapat menjadi motor penggerak ekonomi melalui sektor konstruksi. Solusinya sebenarnya mudah sebaiknya Bank Indonesia selaku bank sentral tidak terlalu memaksa bank meningkatkan keuntungan.

"Kalaupun untung jangan triliunan, tetapi cukup ratusan miliar akan tetapi dapat menggerakkan ekonomi di atas tujuh persen. Sebab kalau dipaksa untung sebesar itu hanya menjadikan bank sebagai rentenir," ujarnya.

Terkait hal itu LPJKN melalui pengurus barunya akan membuat semacam simulasi dalam upaya menggerakkan sektor konstruksi kepada Bank Indonesia agar nantinya dapat dikeluarkan dalam bentuk kebijakan.

Malkan mengungkapkan, apabila pasar konstruksi tahun 2008 sebesar Rp200 sampai 300 triliunan, dengan keuntungan 10 % berarti akan ada Rp20 sampai Rp30 triliun untuk mendukung modal pengembangan konstruksi ke depannya.

Menurut dia, permodalan memegang peranan penting dalam pengembangan jasa konstruksi di samping manajemen, penguasaan teknologi, serta kemampuan sumber daya manusia.

Malkan mengatakan dalam upaya menghadapi persaingan global dengan semakin dibukanya sektor jasa termasuk konstruksi harus mendapatkan dukungan perbankan mulai tahun 2007 ini.

"Selama ini BI selaku bank sentral belum memiliki kebijakan yang membuat kontraktor kita dapat bersaing di luar negeri. Selama ini praktis tidak ada bank yang berani memberikan jaminan (garansi) untuk bersaing," ucapnya.

Padahal, katanya, satu-satunya sektor yang memberikan pengembalian dalam satu tahun hanyalah sektor konstruksi. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan sampai saat ini perbankan masih belum memberikan dukungan.

Malkan terpilih secara mutlak sebagai Ketum dengan dukungan 24 suara dari sebanyak 27 yang hadir dari 32 pengurus LPJKN. Pemerintah sendiri telah memfasilitasi dengan melakukan uji kepatutan dan kepantasan (fit and proper test).

Sesuai dengan AD/ART pengurus LPJK terdiri atas 32 orang yang di dalamnya terdapat empat unsur yang mewakili pengusaha, profesi, pakar/perguruan tinggi, serta dari kalangan pemerintah. (*/rsd)