< >

BPD Bali Siapkan Rp105 Miliar Kredit UKMK Tanpa Agunan

Jum'at, 03 Agustus 2007 21:16
Kapanlagi.com - Bank Pembangunan Daerah Bali siap mengucurkan kredit tanpa agunan hingga sekitar Rp105 miliar bagi usaha kecil mikro. Termasuk anggota koperasi di delapan kabupaten dan satu kota setempat.

"Yang sudah direalisasikan di Kota Denpasar, dan di Kabupaten Klungkung sudah siap dilaksanakan. Kami berharap di tujuh daerah lainnya akan mengikuti," kata Dirut BPD Bali, Ida Bagus Putu Gede, di Denpasar, Jumat.

Di sela-sela peluncuran layanan mobile-ATM Bersama bagi pengguna kartu simPATI pelanggan Telkomsel bekerjasama dengan BPD Bali, disebutkan bahwa respon terhadap penyaluran kredit tanpa agunan dengan bunga hingga 14 % itu sungguh luar biasa.

Seperti di Denpasar, setelah disalurkan Rp10 miliar kepada 316 nasabah dan usaha kecil dari 51 koperasi setempat, kini yang antre untuk mendapatkan kredit serupa mencapai ratusan pemohon.

BPD Bali menggulirkan kredit tanpa agunan itu setelah melalui kerjasama dengan Pemkot Denpasar yang menyalurkan dana investasi ke BPD tersebut sebesar Rp1 miliar.

Walikota Denpasar AA Puspayoga, tengah mengusulkan ke DPRD setempat untuk kembali menanamkan investasi ke BPD Bali Rp1,5 miliar, sehingga nantinya bisa disalurkan kredit lagi sampai Rp15 miliar.

Pola serupa akan diterapkan di Kabupaten Klungkung dan diharapkan juga diikuti tujuh kabupaten lainnya di Bali.

Menurut Putu Gede, pemberian kredit kepada usaha kecil mikro dan anggota koperasi melalui mekanisme dan penelitian sesuai standar perbankan, sehingga diharapkan tidak terjadi pemalsuan data dan kesalahan penyaluran kredit.

"Kami meneliti apakah pemohon benar-benar memiliki usaha dan fisibel untuk mengangsur cicilan kredit hingga Rp30 juta. Demikian pula Dinas Koperasi memberikan rekomendasi setelah mendapat surat keterangan mengenai pemohon yang diberikan kepala desa/kelurahan," ujarnya.

Melalui penyaluran kredit tanpa agunan yang juga bekerjasama dengan PT Askrindo itu, diharapkan mampu membangkitkan berbagai usaha kecil-mikro. "Jika ini berhasil akan berperan besar dalam membangkitkan perekonomian," tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar, Drs AA Ngurah Rai Iswara MSi, sebelumnya mengungkapkan bahwa kredit yang disalurkan dengan bunga variatif, terendah empat persen setahun itu mulai menunjukkan perkembangan positif.

Usaha kecil-mikro penerimanya mulai dapat mengembangkan usahanya, sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para penerimanya dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. (*/rsd)