Manager Kanwil III PT SHS, Muhammad Yasir, di Medan, Jumat, mengatakan, meski penjualan masih 2.000 ton pada semester I ini, tapi manajemen optimis bisa mencapai target penjualan tahun ini.
"Permintaan benih pada semester II jauh lebih banyak sehingga penjualan dipastikan cukup besar hingga akhir tahun," katanya.
Dia menjelaskan, tahun ini kebutuhan benih padi hibrida di Sumut, Sumatera Barat, NAD dan Riau yang merupakan daerah wilayah pemasaran Kanwil III PT SHS diperkirakan meningkat.
Perkiraan itu membuat manajemen perusahaan juga meningkatkan rencana penjualannya tahun ini menjadi 12 ribu ton dari 10 ribu ton tahun lalu.
Menurut dia, penggunaan benih hibrida memungkinkan petani mendapatkan keuntungan lebih besar karena dengan menggunakan benih unggul yang diikuti dengan pola tanam yang baik dan benar, hasil panennya akan lebih banyak.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, Bintara Tahir, mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan penggunaan benih hibrida di kalangan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani.
Dia mengakui, dewasa ini penggunaan benih hibrida di kalangan petani masih sangat kecil dengan dalih harga benih yang mahal. (*/rsd)