< >

Semen Kupang Pilih Bersaing Secara Sehat

Sabtu, 04 Agustus 2007 13:15
Kapanlagi.com - Manajemen PT Semen Kupang memilih bersaing secara sehat dengan semen-semen dari luar yang masuk ke pasaran Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai mekanisme perdagangan yang berlaku.

"Saya tidak menghendaki adanya sistem monopoli perdagangan...Sekarang era perdagangan bebas dengan konsekuensi harus bersaing secara sehat untuk mendapat tempat di hati konsumen," kata Dirut PT Semen Kupang, Abdul Majid Nampira di Kupang, Sabtu.

Ia mengemukakan pandangannya tersebut ketika ditanya tentang "nasib" Semen Kupang dengan melubernya semen-semen dari luar NTT seperti Gresik, Tonasa dan Bosowa yang sudah "mengepung" seluruh wilayah pemasaran di provinsi kepulauan ini.

"Kami tidak bisa mengingkari fakta tersebut (melubernya semen dari luar di pasaran NTT). Langkah yang kita ambil adalah bersaing secara sehat di pasaran dengan semen-semen dari luar yang sudah masuk ke semua wilayah pemasaran di NTT," katanya menambahkan.

Harga jual Semen Kupang di pasaran NTT ditetapkan Rp26.500/zak, sedang semen-semen dari luar umumnya mendekati Rp30.000/zak.

"Menjual produk dengan harga yang lebih murah bukan merupakan sebuah tujuan persaingan, tetapi itulah harga dasar yang telah dipatok agar bisa menjangkau masyarakat. Semuanya tergantung pada pilihan konsumen," ujarnya.

Pabrik Semen Kupang II sudah baru beroperasi kembali pada Juli 2007 setelah mendapat modal kerja sebesar Rp50 miliar yang dikucurkan dari dana APBN.

Satu-satunya pabrik semen di NTT itu sempat mengalami "tidur panjang" akibat ketiadaan modal kerja sehingga produksinya tidak berjalan secara kontinyu.

"Pabrik memang tetap kita operasikan namun tidak memproduksi sesuai dengan kapasitas terpasang," katanya dan menambahkan bahwa kapasitas produksi pabrik Semen Kupang II mencapai 25.000 ton per bulan.

Produksi semen yang dihasilkan ini belum memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini yang tiap tahun mencapai 360.000 ton.

Nampira menjelaskan, saat ini pihaknya harus melakukan pendekatan ulang dengan sejumlah wilayah pemasaran di Kabupaten Alor, Lembata dan beberapa kota lainnya di Pulau Flores setelah pabrik tidak beroperasi secara kontinu.

"Wilayah pemasaran yang dulu sudah kita garap, sekarang harus dibuka lagi karena sudah terisi dengan semen-semen dari luar NTT. Untuk sekarang, wilayah pemasaran kita masih di seputaran daratan Pulau Timor," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan merintis wilayah pemasaran baru ke negara Timor Leste serta beberapa tempat lainnya di wilayah Indonesia timur, seperti di Maluku Tenggara dan Papua setelah Pabrik Semen Kupang II beroperasi secara normal. (*/rit)